MAUMARE, FLORESPOS.net – Kepala Panti Santa Dymphna yang juga Direktris Yayasan Bina Daya St. Vinsensius Cabang Sikka (YASBIDA) Maumere, Suster Lucia, CIJ mengemukakan bahwa lembaga yang dipimpinnya saat ini sedang menampung dan menghidupi 129 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari pelbagai kabupaten di Flores dan luar Flores.
Dalam upaya memaksimalkan pendampingan, Suster Lucia meminta dukungan pemerintah, terutama Pemkab Sikka dan donatur agar terus berkontribusi memberdayakan ODGJ dan memenuhi hak-hak mereka, terutama hak untuk memenuhi kebutuhan dasar.
”Kami berharap agar pemerintah dan para donatur tetap mendukung usaha-usaha kemanusiaan yang kami lakukan terhadap para ODGJ yang kami tangani saat ini,” kata Suster Lucia, CIJ, S.Ag kepada Florespos.net di Panti Santa Dymphna Maumere, Rabu (19/7/2023).
Kendala
Suster Lucia, CIJ pada kesempatan ini mengemukakan bahwa pihak Panti dan Yayasan telah berupaya maksimal untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset – aset dan usaha-usaha produktif untuk menghidupi penghuni panti, namun hasilnya , masih jauh dari biaya yang dibutuhkan.
Suster Lucia menyebut ada tiga kendala yang dihadapi panti.
Pertama, kekurangan dana terutama untuk memenuhi kebutuhan makan-minum, kesehatan, dan upah pegawai, karyawan, perawat dan tenaga psikologi yang jumlahnya Rp400 juta per bulan.
Kedua, pada masa ini sulit mendapatkan donatur tetap yang bersedia untuk bekerja sama bagi pelayanan terhadap penyandang disabilitas mental.
Ketiga, pada umumnya para penyandang disabilitas di sini berasal dari keluarga yang tidak mampu sehingga kontribusi dan partisipasi keluarga sangat minim.
Keempat, bantuan yang diperoleh dari Pemerintah, sifatnya tidak tetap.
Harapan
Suster Lucia, CIJ menyampaikan harapan agar pemerintah, dan donatur dapat memberikan dukungan terhadap terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan panti.
Suster Lucia secara khusus menitipkan tiga pesan/harapan kepada Pemerintah. Pertama, agar tetap memberikan perhatian dan dukungan seperti yang selama ini berjalan terutama mengenai rekomendasi, monitoring dan supervisi;
Kedua, bantuan/alokasi dana tetap untuk pemenuhan kebutuhan dasar para difabel mental di Panti Santa Dymphna khususnya dan panti-panti lain pada umumnya.
Ketiga, sumbangan emergensi/darurat juga dialokasikan ke panti-panti
“Kami tetap berjuang keras dengan berbagai usaha menuju kemandirian, terutama dalam usaha ekonomi produktif dan pemanfaatan aset-aset milik Yayasan. Untuk kemajuan dan pelayanan yang maksimal kami selalu megharapkan dukungan dari berbagai pihak, terutama donatur/pencinta ODGJ,” kata Suster Lucia.
Buka Aneka Usaha
Suster Lucia, CIJ menambahkan bahwa pihak panti dan Yasbida melakukan pelbagai usaha dalam upaya menghidupi 129 ODGJ dan memberi pengupahan bagi puluhan tenaga kesehata (perawat dan psikolog) dan karyawan yang total bekerja di Panti selama ini.
Ada pun usaha-usaha yang dilakukan panti di antaranya beternak babi, produksi makanan olahan panti, membuka warung kopi, menjual kopi “on line” via WhatsApp grup; menulis dan menjual belasan buku seri Mutiara karya Suster Lucia, CIJ, memproduksi dan menjual kalender panti dan membangun jaringan kerja sama dan donasi.
“Saat ini, Panti ada produk babi berumur 2 bulan untuk dijual kepada masyarakat umum dengan harga Rp 1,5 juta per ekor. Kami juga menjual Kopi Santa Dymphna dengan cita rasa kasih di mana satu paket seberat 250 gram dijual dengan harga Rp100 ribu termasuk ongkos kirim. Kami juga menjual aneka buku (karya Suster Lucia, Red) di antaranya Buku Simfoni Kasih Santa Dymphna (kumpulan lagu dari Puisi-Puisi Sr. Lucia, CIJ) dengan harga Rp200 ribu/eksemplar,” kata Suster Lucia.
Suster Lucia mengakui pelbagai aneka usaha di atas untuk memenuhi biaya makan minum, biaya kesehatan bagi 129 ODGJ, serta gaji puluhan karyawan, termasuk 19 perawat, dan dua psikolog yang ditugasi khusus mendampingi para ODGJ. “Total biaya yang dibutuhkan selama satu bulan untuk memenuhi kebutuhan ODGJ, dan gaji tenaga kesehatan dan karyawan mencapai Rp400 juta,” kata Suster Lucia.
Terima Kasih
Suster Lucia, CIJ menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada lembaga, terutama Pemerintah, dinas instansi terkait dan Sentra Efata Kupang.
“Kami menyampaikan terima kasih berlimpah. Kami tentu terus membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk pemenuhan kebutuhan dan keberlanjutan pelayanan terhadap ODGJ di Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere. Untuk semua kebaikan itu, kami tidak bisa membalasnya. Hanya doa yang dapat kami persembahkan kepada Tuhan. Semoga Tuhan memberkati kita semua usaha dan niat baik kita,” kata Suster Lucia.
Sementara Koordinator Umum Panti Santa Dymphna Dion Ngeta, S.Fil menambakan bahwa 129 ODGJ yang saat menjalani terapi di Santa Dymphna Maumere berasal belasan Kabupaten dan regio dengan rincian Kabupaten Sikka Sikka ada 55 orang, Ende 23 orang, Flores Timur 16 orang, Ngada 13 orang, Nagekeo 12 orang,Manggarai Raya 2 orang, Lembata 2 orang, Timor 2 orang, Jawa 3 orang, dan Sumatera orang.*
Penulis Wall Abulat/Editor: Anton Harus










