“Saya melakukan perjalanan pendropingan bantuan sendiri namun ada teman-teman di wilayah yang membantu hingga penyalurannya berjalan lancar,” ungkapnya.
Aufal mengakui mengemudikan kendaraan sendirian dari Labuan Bajo ke Maumere dimana menurutnya medan jalan di Pulau Flores sangat menantang dimana tikungannya tajam.
Meksipun melelahkan, dirinya sangat senang dan memberikan apresiasi buat masyarakat Flores sebab di setiap titik yang disinggahi dirinya disambut dengan ramah meskipun pada awalnya tidak membawa apa-apa.
“Saya disuguhi kopi, makanan bahkan kalau mau tidur pun saya disiapkan penginapan gratis di rumah warga.Ini yang saya rasakan di Flores dan mungkin tidak saya temukan di tempat lain,” ucapnya.
Yohanes Eriktus Koordinator Pengemudi Grab di Kabupaten Sikka menyebutkan, bantuan bagi pengemudi Grab di Kabupaten Sikka diberikan bagi pengemudi yang terkena dampak gempa Flores.
Yeris sapaan karibnya mengatakan, untuk Kabupaten Sikka terdapat 100 lebih pengemudi Grab sepeda motor sementara pengemudi mobil hanya sekitar 20 lebih pengemudi saja.
“Ada 30 paket bantuan sembako yang diberikan sehingga kami melakukan seleksi dimana pengemudi yang benar-benar rumahnya mengalami kerusakan yang diberikan bantuan,” ujarnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










