Selain beras sebagai kebutuhan pangan utama, bantuan yang didistribusikan juga mencakup air minum dalam kemasan dan makanan siap saji untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak di lokasi.
Dalam penyaluran bantuan menuju Pulau Longos, tim menghadapi tantangan di lapangan akibat kondisi air laut yang sedang surut. Kapal dengan spesifikasi speedboat tidak dapat merapat ke dermaga desa karena kedalaman air yang tidak memungkinkan. Jarak antara titik berhentinya speedboat dengan dermaga juga masih cukup jauh, sehingga distribusi bantuan tidak dapat dilakukan secara langsung dari kapal.
Di sisi lain, alternatif jalur laut lainnya menghadapi kendala berupa kondisi ombak yang cukup tinggi. Tim kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan menggunakan kapal open deck milik warga untuk melanjutkan proses distribusi.
Berbagai bantuan dipindahkan dari armada pengangkut ke kapal open deck di tengah laut untuk kemudian dibawa menuju lokasi dan diserahkan kepada masyarakat terdampak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses distribusi bantuan tidak hanya membutuhkan dukungan logistik dan armada, tetapi juga adaptasi terhadap kondisi geografis dan cuaca di wilayah kepulauan.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, mengatakan keterlibatan BPOLBF dalam penyaluran bantuan merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mempercepat distribusi kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak.
“BPOLBF berkomitmen untuk mendukung langkah cepat pemerintah daerah dalam memastikan bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kondisi wilayah kepulauan tentu memiliki tantangan tersendiri, sehingga proses distribusi membutuhkan kolaborasi, koordinasi, dan kesiapan untuk menyesuaikan strategi di lapangan,”ujar Andhy.
BPOLBF juga memastikan dukungan terhadap penanganan dampak bencana akan terus dilakukan sesuai kapasitas dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait.
Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan akses, dapat terus terlayani. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










