Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya - FloresPos Net - Page 2

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pariwisata membuka festival yang mempertemukan iman, budaya, seni, dan masyarakat di Kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, 10–15 Agustus 2026.

Menteri Pariwisata membuka festival yang mempertemukan iman, budaya, seni, dan masyarakat di Kawasan Marina Waterfront Labuan Bajo, 10–15 Agustus 2026.

Saat membuka festival, Menteri Widiyanti mengingatkan kembali pertanyaan yang diajukan Keuskupan Ruteng lima tahun lalu: bagaimana Labuan Bajo dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi akar kehidupan masyarakatnya.

“Golo Koe menghadirkan jawabannya melalui sebuah perayaan yang mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam ruang yang terbuka bagi siapa saja,” ujar Widiyanti.

Menurutnya, kekuatan festival ini terletak pada kemampuannya menghadirkan Labuan Bajo secara lebih utuh bagi wisatawan, sekaligus menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam memperkenalkan identitas daerahnya.

“Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” katanya.

Baca Juga :  Akhiri Keabaian Berujung Maut di Perairan Taman Nasional Komodo

Pengakuan terhadap Festival Golo Koe sebagai salah satu event unggulan nasional berjalan seiring dengan manfaat yang kian luas bagi masyarakat.

Pada penyelenggaraan 2025, Festival Golo Koe menarik lebih dari 45.000 wisatawan, melibatkan 173 UMKM, 883 pekerja seni, dan 1.473 tenaga kerja, serta menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp2,82 miliar.

“Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujar Menteri Pariwisata.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan seluruh pihak yang telah membesarkan Festival Golo Koe hingga menjadi salah satu event unggulan Indonesia. Harapannya, festival ini terus mengiringi perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia yang maju bersama masyarakat dan tetap teguh pada akar budayanya.

Baca Juga :  Sampah “Siluman” Ketar Ketirkan DLHP Manggarai Barat

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menegaskan bahwa Golo Koe bukan semata perayaan iman. Festival ini juga menjadi penggerak nilai-nilai keberlanjutan ekologis dan kehidupan masyarakat setempat.

“Bagi kami, Festival Golo Koe merupakan bagian dari promosi kepariwisataan daerah, sekaligus menjadi motor penggerak bagi nilai-nilai keberlanjutan ekologis dan kehidupan di sini,” ujarnya.

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Pesta Demokrasi Pilkades Aeramo, Arton Togo: Saya Terpanggil Meneruskan, Menjaga dan Merawat Warisan Leluhur
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA