Bangunan Sekolah Rusak Ringan Akibat Gempa, Kadis PKO Flotim: Upayakan KBM Tetap Berjalan - FloresPos Net

Bangunan Sekolah Rusak Ringan Akibat Gempa, Kadis PKO Flotim: Upayakan KBM Tetap Berjalan

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 15:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Sejumlah bangunan sekolah di Kecamatan Adonara Timur dan Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat.

Kerusakan tersebut terjadi akibat guncangan gempa 4,6 Skala Rigter yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) diikuti dengan ratusan kali gempa susulan hingga Minggu (12/4/2026).

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur menyebutkan secara fisik bangunan sekolah di wilayah Kecamatan Adonara Timur mengalami kerusakan ringan.

Sekolah-sekolah tersebut, yakni di Desa Terong; TK Al iman, SDN Terong. Sementara di Desa Lamahala Jaya, yakni TK RA Rahman, SDN 1, SDN 2 dan SDN 3 Lamahala, SDI Lamahala, SMPN 1 Adonara Timur, dan SMA Muhamadiyah.

“Bangunan sekolah-sekolah ini tidak mengalami kerusakan yang berarti. Retak kecil. Jadi mau bilang rusak berat, ringan dan sedang juga tidak,” kata Kepala Dinas PKO Flores Timur, Felix Suban Hoda kepada Florespos.net, di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026)

Felix Suban mengatakan, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kerusakan sedang terdapat pada beberapa bangunan sekolah di Kecamatan Solor Timur, yakni SDN Lamakera dan SDI Wato Buku.

“Untuk di Kecamatan Solor Timur, hanya pada SDN Lamakera dan SDI Wato Buku. Dua bangunan ini retaknya cukup besar sehingga pada Kamis atau beberapa hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Baca Juga :  Empat Dinas/Badan Birokrasi Pemda Flores Timur Dipimpin Pelaksana Tugas

Felix Suban mengatakan, telah melakukan pendata sekolah di wilayah Kecamatan Adonara Timur dan Kecamatan Solor Timur yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi.

“Kami sudah turun melakukan pendataan. Khusus yang rusak kecil atau ringan, untuk sementara bisa gunakan dana BOS perbaiki. Untuk yang rusak sedang dan berat kami sudah laporkan ke Dikdasmen,” katanya.

Dia mengatakan, sejak terjadi gempa para Rabu malam atau Kamis dini hari diikuti dengan beberapa kali gempa susulan, lembaga pendidikan di dua wilayah kecamatan tersebut tidak diliburkan, tapi karena situasi dan kondisi maka tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Sekarang setelah gempa susulan semakin berkurang dan kekuatan gempa makin melemah, perlu diupayakan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Sambil melihat situasi dan kondisi. Mengingat saat ini sedang ujian akhir dan ujian akhir sekolah,” kata Felix Suban.

Dia mengharapkan sekolah-sekolah di lokasi bencana gempa dapat bekerjasama dengan instansi terkait lain seperti Dinas Sosial dalam hal ini Tagana untuk memberikan berbagai hal berkaitan mitigasi bencana.

“Ini penting agar anak-anak tidak trauma dan tahu bagaimana cara menghadapi bencana seperti gempa bumi. Kami sudah koordinasi dengan Korwil agar kegiatan belajar tetap berjalan dan perlu ada mitigasi bencana,” kata Felix Suban.

Baca Juga :  Gong Pilkada Flores Timur Mulai Ditabuh, Calon Independen Mesti Kantongi 20.889 Copy KTP dan SPD Dukungan

Gempa berkekuatan 4,6 Skala Rigter mengguncang Kabupaten Flores Timur pada Rabu (8/4/2026) kemarin. Titik gempa berada antara Pulau Solor dan Adonara. Gempa susulan terus terjadi bahkan berkali-kali hingga Minggu (12/4/2026) siang.

Gempa susulan yang terjadi berkali-kali ini membuat warga setempat semakin was-was. Sebagian besar bangunan rumah tinggal mereka dan fasilitas umum lainnya sudah retak bahkan ada sudah bergelantung.

Pantauan Florespos.net, sejak gempa hingga Minggu (12/4/2026), sebagian besar warga terdampak gempa memilih membuat secara mandiri dan tidur di tenda darurat dari terpal di halaman depan rumah.

Data yang dirilis BPBD Kabupaten Flores Timur per Minggu (12/4/2026), ada 12 desa di dua kecamatan terdampak langsung bencana gempa bumi tersebut.

Duabelas desa dimaksud, yakni Kecamatan Adonara Timur: Desa Lamahala Jaya, Desa Terong, Kelurahan Waiwerang Kota, Desa Karing Lamalouk, Desa Dawataa, Desa Ipi Ebang, Desa Bilal dan Desa Waiburak.

Kecamatan Solor Timur: Desa Moton Wutun, Desa Wato Buku, Desa Labelan, Desa Tanah Werang dan Desa Wato Hari.

Sebanyak 1.393 jiwa menjadi korban terdampak gempa bumi, 367 rumah dan fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan. *

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:06 WITA

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa

Selasa, 15 September 2026 - 13:26 WITA

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Senin, 14 September 2026 - 20:31 WITA

Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi

Senin, 14 September 2026 - 16:19 WITA

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:26 WITA