BORONG, FLORESPOS.net-Kelompok Tani Hutan (KTH) Weki Ndai, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur dampingan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT memasarkan produk Abon Ikan olahan mereka tidak saja dipasarkan ke Manggarai Raya yang meliputi Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, tetapi juga pemasarannya meluas hingga ke Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.
Perihal pemasaran produk Abon Ikan hingga ke Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka ini disampaikan Ketua KTH Weki Ndai Siti Zuleha dan Bendahara KTH Siti Rohayu kepada tim Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) saat melakukan visitasi fasilitas legalitas/perizinan hasil usaha kelompok (FIRT, BPOM, Sertifikat halal, SIUP) KTH dampingan BBKSDA NTT yang tersebar di Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, Jumat hingga Sabtu (27-28 Februari 2026).
Ada pun Tim LNBM yang melakukan visitasi ini yakni Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki dan staf LNBM Antonius Mbukut, Fransiskus Xaverius Suwardi, dan Walburgus Abulat.
Ketua Tim Weki Ndai Siti Zuleha menjelaskan KTH Weki Ndai beranggotakan 25 orang mengembangkan dua usaha utama yakni Abon Ikan dan Bawang Goreng.
KTH Weki Ndai memproduksikan jenis Abon Ikan original dan rasa pedas dengan kemasan 200 gram dan kemasan 100 gram. Kemasan 200 gram dijual dengan harga Rp 55.000 per bungkus, dan kemasan 100 gram dijual dengan harga Rp 30.000, kata Siti Zuleha.
Diakuinya, produk Abon Ikan dan Bawang Goreng yang dihasilkan KTH Weki Ndai sangat diminati konsumen tidak saja yang berdomisili di Manggarai Raya, tetapi juga diminati konsumen di Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka.
“Produk Abon Ikan yang kami hasilkan sangat diminati para konsumen, termasuk konsumen yang ada di Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sikka,” kata Siti Zuleha.
Siti Zuleha di hadapan Tim Visitasi LNBM berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan mengupayakan pemasaran hasil-hasil produksi ke pelbagai pelosok Provinsi NTT, khususnya, dan ke seantero Indonesia, umumnya.
“KTH Weki Ndai terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi usaha kami dan berupaya memasarkan hasil-hasil produk ke pelbagai pelosok Indonesia,” kata Siti Zuleha.
Pantauan media ini, produk abon ikan yang dihasilkan KTH Weki Ndai dikemas dengan kemasan yang berkualitas dan dilengkapi dengan No. PIRT, kode produksi, tanggal produksi, ada sertifikat halal dan dokumen BPOM.
Terima Kasih
Ketua KTH Weki Ndai, Siti Zuleha dan Bendahara Siti Rohayu menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar KSDA NTT, Tim LNBM dan semua pihak yang dengan caranya masing-masing telah mendampingi, memvisitasi usaha KTH sehingga produk-produk bisa dipasarkan saat ini.
“Dari hati yang dalam kami menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar KSDA NTT dan dan Tim LNBM yang sudah dengan caranya masing-masing mendampingi usaha selama ini,” kata Siti.
Tim LNBM Visitasi 11 KTH
Untuk memastikan kondisi riil KTH binaan BBKSDA NTT dan pelbagai usaha yang dikembangkan, Tim LNBM terdiri dari Direktur LNBM Kanisius Teobaldus Deki, dan staf Antonius Mbukut, Fransiskus Xaverius Suwardi, dan Walburgus Abulat melakukan visitasi di 11 KTH dampingan Balai Besar KSDA NTT di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai, dan di Kecamatan Riung, dan Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Saat visitasi ini, Tim LNBM didampingi Staf Perencana pada Balai Besar BKSD NTT Ferdinandus Tagung, SE.
Ada pun KTH di Kabupaten Manggarai Timur yang divisitasi oleh Tim LNBM yakni KTH Sahahat Alam Ranamese, Desa Golo Loni, Kecamatan Ranamese yang mengembangkan usaha pangan keripik, olahan ubi, pisang dan pegangan; KTH Simu Nai, Desa Nampar Sepang, Kecamatan Sambi Rampas yang mengembangkan usaha tenun ikat, dan KTH Weki Ndai, Kecamatan Sambi Rampas yang mengembangkan usaha Abon Ikan dan Bawang Goreng.
Sementara 8 KTH yang divisitasi di Kabupaten Ngada dengan rincian ada 7 KTH di Kecamatan Riung dan 1 KTH di Kecamatan Bajawa.
Ada pun 7 KTH di Kecamatan Riung yakni KTH Ghese Berek, Desa Sambinasi Barat dengan usaha tenun dan souvenir; KTH Ratu Kelambu Desa Sambinasi Tengah dengan usaha tenun dan souvenir; KTH Nai Dhia Desa Sambinasi dengan jenis usaha tenun dan souvenir; KTH Rumput Laut Desa Nanga Neze dengan usaha budi daya rumput laut dan pangan dari rumput laut; KTH Dhia Imus Desa Benteng Tengah dengan jenis usaha pangan lokal dan atraksi budaya; KTH Wanggo Werus Desa Latung dengan jenis usaha hortikultura pangan (keripik dll); dan KTH Kelompok Pemerhati Usaha Pariwisata Riung (KPUPR) Desa Benteng Tengah dengan jenis usaha perhotelan, restoran, angkutan wisata, guide dan kuliner.
Sementara 1 KTH di Kecamatan Bajawa yakni KTH Papa Wiu Desa Beiwali dengan jenis usaha bubuk jahe, kopi dan kunyit.
Tim LNBM yang melakukan visitasi ini mengecek kondisi riil setiap KTH terkait kepengurusan dan keanggotaannya, aktivitas pengurus, sistem kerja, usaha riil yang dikembangkan, kondisi keuangan, keberlangsungan usaha, legalitas usaha, dan beberapa item terkait pengembangan usaha lainnya. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










