Cuaca Tak Menentu, Nelayan Tetap Melaut–Pasokan Ikan Tetap Ada di Waiwerang - FloresPos Net

Cuaca Tak Menentu, Nelayan Tetap Melaut–Pasokan Ikan Tetap Ada di Waiwerang

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADONARA, FLORESPOS.net-Cuaca hujan disertai angin kencang yang terjadi sejak pertengahan Desember 2025 hingga saat ini tidak menghentikan aktivitas nelayan di wilayah Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah nelayan di wilayah tersebut masih tetap melaut. Sementara sebagian lainnya memilih tidak turun karena mempertimbangkan kondisi angin.

Seorang nelayan, Muhammad Umar mengatakan, sebagian nelayan masih turun melaut meskipun kondisi cuaca tidak menentu.

“Masih turun, semalam masih pergi. Ada yang turun, ada juga yang tidak karena angin kencang,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Umar menjelaskan, hasil tangkapan ikan tidak selalu sama setiap hari dan bergantung pada pergerakan ikan.

Baca Juga :  Pelantikan DPC Partai NasDem se-Flores Timur, Edi Endi: Kibarkan Pataka dan Wujudkan Restorasi Indonesia

“Kadang-kadang tu tergantung rezeki, kalau memang malam ini banyak ya banyak, kadang juga kosong sampai pagi. Itu tergantung nasib rezeki,” katanya.

Ia menyebutkan, waktu melaut biasanya sekitar dua hingga tiga jam. Ia juga mengatakan cuaca tidak menjadi faktor penghambat dalam penangkapan ikan.

“Cuaca ini tidak jadi hambatan, tetap tergantung penangkapan dan nasib rezeki,” ujarnya.

Selain itu, Umar menyampaikan harga jual ikan tergantung kondisi pasar. “Kalau pasarnya sepi, harga mahal,” katanya.

Sementara itu, seorang penjual ikan di Pasar Waiwerang, Fatimah kepada media ini mengatakan kondisi cuaca saat ini tidak memengaruhi harga ikan.

“Tidak mempengaruhi,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :  Uskup Bogor Paskalis Bruno Minta Tak Diangkat Jadi Kardinal, Dikabulkan Paus Fransiskus

Fatimah menyebutkan, harga ikan saat ini berkisar antara Rp700 ribu hingga Rp850 ribu per bak, dari sebelumnya bisa mencapai Rp 1 juta. Ia juga mengatakan pembeli tetap ramai meskipun harga ikan mahal.

“Kalau ikan mahal itu kebanyakan orang belinya rame, kalau murah jarang,” katanya.

Menurut Fatimah, pasokan ikan tetap tersedia. “Ada. Kalau satu bak 800, kalau habis untungnya bisa Rp100 lebih sampai Rp200 lebih,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendapatan penjual ikan bergantung pada kondisi pasar.

“Kalau habis, untungnya bisa Rp 200 ribu lebih. Kalau tidak habis juga kadang Rp100 ribu lebih. Tergantung pasar saja,” katanya.*

Penulis : Muhammad Timur Sulaiman (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA