ENDE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Ende pada tahun anggaran 2025 melakukan pengadaan atau membeli empat buah Videotron baru dengan total anggaran sebesar Rp 3 miliar lebih.
Empat Videotron baru tersebut kini sudah terpasang di empat titik dalam kota yaitu perempat Kantor Pelni, Simpang Lima, pasar Potulando dan depan pasar Wolowona.
Kepala Bapenda Ende, Max Jufri Seko kepada wartawan, Senin (8/12/2025) mengatakan empat empat Videotron baru tersebut dengan ukuran yang berbeda.
“Untuk yang di Simpang Lima ukurannya 4× 6 harganya sekitar Rp 1,2 lebih, tiga lainnya ukuran sama 4×3 dengan harga sekitar Rp 600 juta lebih,” katanya.
Jufri mengatakan anggaran pembelian Videotron tersebut adalah hasil efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pengadaan dilakukan melalui e katalog.
Berdasarkan arahan bupati pemasangan empat buah Videotron baru tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan PAD dan keindahan kota.
Saat ini pengelolaan Videotron masih dibawa Bapenda Ende. kedepannya dua Videotron komersial yaitu di perempat Pelni dan Simpang Lima akan dikelola oleh pihak ketiga.
“Untuk sementara kita yang kelola sambil menunggu PKS dengan pihak ketiga. Kemarin baru dipasang sudah pendapatan. Pelanggan pertama dari PDIP dan Nasdem,” katanya.
Terkait dengan pembayaran, Kata Jufri, akan ditarik sesuai dengan peraturan Bupati Ende tentang Nilai Sewa Reklame (NSR). Iklan pemerintah daerah yang bersifat mendukung visi misi bupati dan wakil bupati tidak dipungut biaya.
Videotron Lama Akan Dipasang di Kantor Bupati
Jufri mengatakan Videotron lama yang sudah terpasang sejak tahun 2017 di pojok Simpang Lima jalan menuju bandara sudah dibongkar dan diamankan di Kantor Bupati.
Videotron tersebut masih dalam kondisi aman dan direncanakan akan dipasang di depan kantor Bupati Ende atau Stadion Marilonga.
“Yang lama di Simpang Lima perangkatnya diamankan di kantor bupati dan elemennya masih ada. Rencana akan dipasang di kantor Bupati atau Stadion Marilonga. Kemarin kita tidak anggarkan untuk pemasangan Videotron ini maka nanti tahun 2026 dianggarkan baru dipasang lagi,” katanya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










