Ia menyebutkan, Kabupaten Sikka melangkah lebih cepat dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimana daerah lain masih berproses tentang layak hygiene sanitasi dan pelatihan penjamah makanan dan pemeriksaan kesehatan penjamah makanan, Sikka sudah melakukannya.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi kita semua.Meskipun kita telah meraih banyak kemajuan, kita tidak boleh menutup mata terhadap tantangan yang masih ada di depan,” pesannya.
Petrus menambahkan, Sikka menghadapi tantangan seperti beban Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti jantung. diabetes, dan stroke terus melonjak akibat gaya hidup.
Selain itu kata dia, penyakit menular seperti TBC, Rabies, DBD, HIV dan lainnya masih menjadi tren kasus di Kabupaten Sikka.
Tantangan lainnya terkait ketersediaan tenaga medis seperti dokter umum dan dokter spesialis masih menjadi perjuangan kita untuk pemenuhan tenaga ini di Kabupaten Sikka.
“Oleh karena itu, momentum HKN ini harus kita jadikan titik tolak untuk memperkuat komitmen,” harapnya.
Petrus mengatakan, fokus Dinkes Sikka ke depan adalah, pertama, penguatan layanan primer dimana Puskesmas dan Posyandu harus menjadi ujung tombak.
Ia berpesan agar harus beralih dari kuratif atau mengobati, menjadi promotif dan preventif, mencegah orang agar tidak sakit.
Yang kedua kata dia, kolaborasi lintas sektor sebab sehat adalah milik bersama dan Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri.
“Kita butuh sinergi dengan dinas lain seperti Dinas Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Sosial dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” ucapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










