Festival Nagekeo One Be 2025, Bangkitkan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata - FloresPos Net

Festival Nagekeo One Be 2025, Bangkitkan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Festival Nagekeo One Be 2025 di Lapangan Berdikari, Danga. Festival ini berlangsung mulai Rabu dan berakhir pada Sabtu (25/10/2025).

Festival ini merupakan bagian dari upaya promosi pariwisata daerah yang dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sejak tahun 2023.

Festival Nagekeo One Be 2025 mengusung tema “Kebangkitan Ekonomi Kreatif” dengan menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM dan talenta lokal.

Tema ini menegaskan pentingnya ide, kreativitas, dan inovasi dalam menghasilkan produk dan jasa bernilai tambah tinggi.

“Kami menargetkan meningkatkan citra positif Nagekeo sebagai destinasi unggulan di NTT, mempromosikan potensi wisata, seni budaya, dan kearifan lokal, memberikan ruang bagi pengembangan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan talenta lokal,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Silvester Teda Sada kepada Florespos.net, Jumat (24/10/2025).

“Juga, meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Nagekeo, menciptakan jejaring kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha pariwisata,” tambah Sil Teda.

Sil Teda mengatakan, melalui festival ini diyakini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Anggota DPRD Ngada Selesaikan Ujian Skripsi di STIPER–FB pada Usia 66 Tahun 

Sil Teda menjelaskan nama “Nagekeo One Be” ditetapkan sebagai identitas tetap festival karena memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam bahasa Nage, One Be berarti “dalam be”.

One berarti “dalam” juga “dalaman”, sedangkan Be adalah tas khas pria dewasa Nagekeo yang dibuat dengan keahlian menganyam daun pandan dan lontar.

Filosofi ini merepresentasikan kekayaan tradisi lokal, di mana berbagai produk wisata dan kreativitas masyarakat diibaratkan lahir dari “dalam Be Nagekeo”.

“Dalam konteks global, Nagekeo One Be menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan gotong royong masyarakat dalam mempersembahkan daya tarik wisata daerah kepada dunia,” katanya.

Menurut Sil Teda, Festival Nagekeo One Be 2025 diselenggarakan oleh Event Organizer (EO) profesional sebagai langkah strategis menuju pemenuhan kriteria Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Kata Sil Teda, sesuai ketentuan, sebuah festival harus terselenggara minimal tiga tahun berturut-turut untuk dapat masuk dalam proses kurasi KEN.

Baca Juga :  Saluran Irigasi Mbay Akan Kembali Ditutup, Bupati Don Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Politik

“Program KEN bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, menggerakkan wisatawan nusantara, serta memberdayakan potensi lokal dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.”

Sil Teda juga mengatakan, melalui festival ini, Kabupaten Nagekeo berupaya memperluas jejaring promosi pariwisata hingga ke tingkat nasional dan internasional.

“Tema dan Fokus Festival: ‘Kebangkitan Ekonomi Kreatif’. Festival Nagekeo One Be 2025 menitikberatkan pada pemberdayaan UMKM dan talenta lokal. Tema ini menegaskan pentingnya ide, kreativitas, dan inovasi dalam menghasilkan produk dan jasa bernilai tambah tinggi,” katanya.

“Kegiatan festival melibatkan tujuh (7) sub-sektor ekonomi kreatif, yaitu: Kriya, Kuliner, Fotografi, Fashion, Musik, Seni Rupa, dan Seni Pertunjukan,” kata Sil Teda.

Rangkaian Kegiatan Festival

Sebagaimana informasi yang diperoleh Florespos.net, festival ini menampilkan berbagai kegiatan, termasuk: Parade Ekonomi Kreatif, Panggung Pentas Terbuka, Tarian Dero Massal, Lomba-Lomba Kreatif.

Sekolah Lapangan Ekonomi Kreatif, Jelajah Kampung Adat, Pameran UMKM dan Kuliner, Senam Zumba, Aksi Sapta Pesona, Gerakan Wisata Bersih dan Tinju Tradisional (Etu). *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 210 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA