LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Meski 2 kali raih piala Adipura, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) NTT bersama masyarakat setempat terus memerangi sampah di daerah itu.
Sebab, tidak dapat dipungkiri sampai sekarang masih ditemukan banyak sampah di kabupaten pariwisata di ujung barat Flores tersebut, khususnya di Labuan Bajo ibu kota Mabar dan sekitarnya.
“Kita memang sudah dua kali dapat piala Adipura. Namun diakui sampah di Labuan Bajo dan sekitarnya masih banyak. Ini soal perilaku oknum masyarakat setempat yang buang sampah sembarangan,” ujar Wakil Bupati Mabar, Yulianus Weng, menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.
Menurut Wabup Weng, Mabar sudah 2 kali berturut-turut meraih Piala Adipura dari Pemerintah Pusat (Pempus), dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republil Indonesia (RI). Piala Adipura terkait kebersihan.
Piala Adipura pertama yang didapat Pemkab Mabar yakni Tahun 2022, dan piala Adipura kedua diperoleh Tahun 2023. Sedangkan Tahun 2024 tidak ada penilain, dan untuk Tahun 2025 dalam proses penilaian.
“Mudah-mudahan kita dapat lagi piala itu,” ucap Wabup Weng.
Sampah, katanya, menjadi keprihatinan bersama pemerintah dan masyarakat Mabar. Dan hal ini sekaligus menjadi fokus bersama untuk mengatasinya.
Terkait ini, kata Wabup Weng, langkah yang sudah dibuat Pemkab Mabar antara lain di kantor-kantor pemerintah lingkup Pemkab Mabar belakangan sudah tidak ada lagi pakai plastik-plastik.
“Kita kalau rapat kan tidak pernah lagi pakai botol/gelas plastik. Pakai gelas biasa non plastik,” katanya.
Sehubungan perang terhadap sampah, Pemkab Mabar juga belakangan dibantu oleh sekitar 20 komunitas sampah yang aktif di Mabar, baik yang bergerak di darat maupun di laut/pulau-pulau dalam wilayah Mabar, termasuk di pantai-pantai setempat.
Kerja sama antara puluhan komunitas sampah dan Pemkab Mabar terkait kebersihan/sampah dimaksud tidak bersifat tertulis, hanya koordinasi, komunikasi baik.
“Puluhan komunitas sampah tersebut sepertinya LSM. Mereka punya lembaga donor, punya donatur sendiri-sendiri,” tutup Wabup Weng. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










