Ombudsman NTT Sampaikan Beberapa Hal Agar KIP Kuliah Tepat Sasaran - FloresPos Net

Ombudsman NTT Sampaikan Beberapa Hal Agar KIP Kuliah Tepat Sasaran

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Hari Jumat (15/8/2025) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV melaksanakan kegiatan sosialisasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) Tahun 2025.

Kegiatan dihadiri Ombudsman Wilayah NTT, para rektor dari 56 perguruan tinggi swasta di seluruh NTT, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Komisi V DPRD NTT, Kepala LLDIKTI Wilayah XV dan seluruh jajaran.

Tim Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi dalam kegiatan tersebut menyampaikan Keputusan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan Tinggi Sains dan Tekhnologi Nomor 7/a/KEP/2025 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi agar dipedomani dalam penjaringan beasiswa KIP Kuliah di masing-masing kampus.

Tim menyampaikan, program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) adalah skema bantuan PIP Pendidikan Tinggi yang diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin dan memiliki KIP Kuliah.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan perluasan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi.

Selain itu bertujuan menjamin keberlangsungan studi mahasiswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar, atau tertinggal atau wilayah yang terkena dampak bencana alam dan konflik sosial serta meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi.

Baca Juga :  Tinggi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Ende, Jaringan Advokasi Lakukan Aksi Damai

Sasaran penerima adalah pemegang KIP pendidikan menengah, mahasiswa keluarga miskin yakni pemegang Kartu PKH, KKS, masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sasaran penerima lainnya yakni masuk dalam Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang ditetapkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Penerima bantuan juga tinggal di panti sosial atau panti asuhan, berasal dari daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) dan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tinggal di wilayah perbatasan.

Sebagai bahan rujukan agar KIP Kuliah tepat sasaran maka kepada LLDIKTI Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTT Darius Beda Daton menyampaikan beberapa hal.

Pertama, berdasarkan Surat keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (RI) nomor 490 tahun 2024 maka terdapat 6 (enam) kabupaten di NTT yang masih tertinggal yakni Timor Tengah Selatan, Lembata, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua dan Malaka.

“Saran kedua, kabupaten yang terkena dampak bencana erupsi Gunung Lewotobi adalah Kabupaten Flores Timur (Kecamatan Wulanggitang) dan Kabupaten Sikka (Kecamatan Talibura),” ucap Darius dalam rilisnya, Kamis (21/8/2025).

Ketiga sebut Darius, anak TKI yang tinggal di wilayah perbatasan (Kabupaten Belu, Malaka dan TTU).

Baca Juga :  Warga Kota Ende Kembali Antre BBM di SPBU Mautapaga

Selain itu KIP Kuliah agar mempertimbangkan pula kabupaten dengan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi Terendah di NTT yaitu Kabupaten Belu, Flores Timur, Manggarai Barat, Lembata, Ngada, Sumba Barat Daya (SBD) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“Kami juga menyampaikan titik rawat komplain terkait KIP Kuliah adalah pertama, usulan calon penerima PIP Pendidikan Tinggi Swasta kepada LLDIKTI tidak sesuai dengan ketentuan sasaran dan persyaratan penerima program,” ujarnya.

Kedua sebut Darius, menjanjikan kuota PIP kepada perguruan tinggi sebelum jadwal sosialisasi dan penentuan kuota dari kementrian.

Ketiga saran dia, menjanjikan kuota kepada pemerintah daerah sebelum jadwal sosialisasi dan penentuan kuota dari kementrian baik dari jalur LLDIKTI maupun dari jalur pemangku kepentingan.

“Karena itu diharapkan kepatuhan perguruan tinggi terhadap Juklak PIP Pendidikan Tinggi khususnya pada tahap verifikasi dan validasi dan tindakan tegas terhadap oknum yang menjanjikan kuota,” tegasnya.

Ombudsman NTT berharap agar KIP Kuliah Tahun 2025 tepat sasaran penerima, tepat waktu penyaluran dan tepat jumlah yang diterima. Apabila ada keluhan terkait program KIP Kuliah, silahkan menyampaikan pengaduan melalui kanal-kanal pengaduan. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru