Camat Iwan Akan Batalkan Perdes Pungutan Turis di Desa Komodo Manggarai Barat - FloresPos Net

Camat Iwan Akan Batalkan Perdes Pungutan Turis di Desa Komodo Manggarai Barat

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iwan Martinus, Camat Kecamatan Komodo.

Iwan Martinus, Camat Kecamatan Komodo.

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Iwan Martinus, Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membatalkan Peraturan Desa (Perdes) Komodo terkait pungutan kepada turis yang berkunjung ke sana, karena hal itu diduga pungutan liar (Pungli).

Camat Iwan tegaskan itu menanggapi Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini.

Ia dimintai tanggapan terkait kabar ada Perdes Komodo di Pulau Komodo Kecamatan Komodo yang melakukan pungutan kepada wisatawan yang berkunjung di desa tersebut belakangan. Di sisi lain ada Perda Mabar yang melarang pungutan kepada turis yang berkunjung di desa tersebut.

Kepala Desa Komodo, Haji Iksan, ketika dihubungi media ini via telepon gagal mendapat jawaban.

Baca Juga :  NTT Provinsi Miskin, Camat Komodo: Di Manggarai Barat Masyarakatnya Makan Kenyang

Menurut Camat Iwan, dia telah mendapat informasi itu hanya belum detail. Kades Komodo, Haji Iksan sudah dipanggil untuk meminta coyan Perdes tersebut. Hanya karena cuaca laut setempat belakangan belum menentu, mungkin itu makanya Kades belum datang menghadap.

Perlu diingat, azas hukum kita, kata Camat Iwan, aturan yang lebih kecil tidak boleh mengalahkan aturan yang lebih besar. Sekalipun itu lex specialis tetap tidak diperbolehkan. Itu kalau ditelusuri, itu terjadi pungli, itu-pungutan liar.

“Saya sudah minta copyannya. Berangkat dari itu jadi kita lebih dipertegaskan lagi pemanggilan Kades ini,” ujar Camat Iwan.

Sebenarnya, kata Camat Iwan, dia, Kades Komodo, tidak bisa buat dalam bentuk Perdes. Tetapi alangkah baiknya mereka buat pungutan tanpa embel-embel aturan. Bisa saja ini oleh karang taruna yang kebutuhan bersifat emergensi, kalau dibutuhkan itu dana.

Baca Juga :  Sikka Berpeluang Jadi Tuan Rumah PON Cabang Olahraga Grass Track

Jadi Camat Komodo masih tunggu konfirmasi lanjutan, karena di sana (Desa Komido) itu benar ada Perdes tentang pungutan itu.

“Kalau itu menyelamatkan Kades dari jeratan hukum, saya akan batalkan, karena bahaya itu. Apalagi difasilitas umum yang sudah ada aturan yang mengatur itu.

Tentang pungutan tersebut sudah ada keluhan dari turis, baik wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara, maupun dari pramuwisata, guide, kata Camat Iwan.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Mabar, Riby Ngolong pada kesempatan sama menolak berkomentar. “Sebaiknya konfirmasi Kadis PMD,” singkatnya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WITA

Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta

Berita Terbaru

Opini

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:58 WITA