Pertama Kali Tinggal Berbaur Bersama Warga
Keempat wisatawan mancanegara itu mengaku sangat senang/enjoy hidup berbaur bersama warga dalam suasana persaudaraan.
Mereka mengaku kedatangan mereka di Kampung Tureng yang tak direncanakan itu merupakan pengalaman pertama dari rangkaian kunjungan mereka ke beberapa destinasi wisata di dunia yang pernah mereka kunjungi, di mana warga setempat mengajak mereka untuk menginap di rumah warga dan mengalami kondisi warga apa pun situasinya.
Ini baru pertama kali (terjadi di Tureng, Red) kami hidup berbaur dan tidur di rumah warga selama kami mengunjungi sejumlah destinasi di beberapa negara yang kami kunjungi selama ini.
Uniknya, warga sendiri yang mengaak kami dengan ikhlas hati, kata salah seorang wisatawan Severine Fortuny dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Lidia Sartitin Sarjana Bahasa Inggris Tamatan Unika Santo Paulus Ruteng.
“Mereka juga mengaku sangat senang mengonsumsi makanan khas Manggarai yang disebut nasi wajik yang diolah dari beras ketan, santan air kelapa, dan gula merah. Salah satu indikator kesenangan mereka dengan menyantap habis bahkan menambah asupan wajik yang dibuat oleh warga setempat Ibu Maria Fatima Tatastiati dan Ibu Ani. Makanan khas ini sangat enak,” kata Severine.
Keluhkan Jalan Rusak
Selain menikmati keindahan suasana kekeluargaan dan persaudaraan Kampung Tureng, perjalanan keempat wisatawan asing ini melintasi jalur pantura itu menuju Labuan Bajo menyisakan khabar tak sedap karena di beberapa titik di ruas jalan Reo menuju Tureng terdapat sejumlah titik kerusakan parah yang membuat sepeda motor yang mereka kendarai (di mana tiap wisatawan gunakan satu motor).
Di beberapa titik ruas jalan yang mereka lewati, ada titik tertentu terpaksa mereka meminta bantuan warga sekitar jalan yang rusak untuk mengangkat motor khususnya di ruas jalan yang rusak dan dipenuhi air.
Para wisatawan beralasan mereka menggunakan motor untuk memudahkan kunjungan ke beberapa destinasi wisata, ketimbang kalau menggunakan jasa kendaraan beroda empat.
Keempat wisatawan ini juga mengaku senang dengan pelbagai aktivitas warga Tureng yang merajut persaudaraan melalui ajang laga sepak bola, makan minum ringan bersama, bernyanyi bersama, dansa, dan berbagi cerita bersama.
Terima Kasih
Keempat wisatawan itu menyampaikan terima kasih kepada Titin yang mengajak mereka untuk bermalam di rumah warga di Tureng, dan kepada sejumlah ibu di antaranya Mama Celi, Maria, dan Ani yang mengolah makanan khas untuk mereka seperti nasi wajik, ikan bakar, nasi goreng dan aneka makanan olahan lokal lainnya.
Penulis : Lidia Sartitin (Kontributor)
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










