MAUMERE, FLORESPOS.net-Kepolisian Resort (Polres) Sikka melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III tahun 2025 dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pencanangan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III di lahan perhutanan sosial yang digagas oleh Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.
Sebelum proses penanaman dilakukan, para peserta menyaksikan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Nasional secara virtual yang dipusatkan di Provinsi Jawa Tengah dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman.
“Kegiatan hari ini merupakan program dari Presiden RI Prabowo Subianto guna mendukung swasembada pangan nasional,” sebut Wakapolres Sikka, Kompol Nofi Posu, Rabu (9/7/2025) usai penanaman serentak jagung di Desa Blatatatin, Kecamatan Kangae.
Nofri menjelaskan, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) secara serentak di seluruh Indonesia melakukan penanaman jagung usai menyaksikan kegiatan secara virtual.
Dirinya mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi rencana kerja Presiden RI yang diperintahkan langsung oleh Kapolri sebagai bagian dari gerakan swasembada jagung nasional.
Ia menyebutkan, jenis jagung yang ditanam di lahan seluas seperempat hektar (0,25 ha) di Desa Blalatatin adalah jagung Hibrida JFR 71 yang diharapkan bisa dipanen dengan hasil yang memuaskan.
“Mari kita dukung bersama program swasembada pangan ini sehingga program ini bisa tercapai dan berhasil berkat kerjasama semua pihak yang terlibat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi mengatakan, Kabupaten Sikka memiliki komitmen yang sama dengan program nasional untuk mencapai swasembada pangan.
Stef sapaannya menegaskan, sektor pertanian perlu ditingkatkan bukan hanya untuk menjaga ketahanan pangan tetapi kita juga harus mencapai kedaulatan pangan.
“Dengan kedaulatan pangan rakyat bisa hidup dari apa yang mereka hasilkan sendiri.Kami mendukung segala program yang direncanakan Kabupaten Sikka dalam berbagai macam keputusan politik di DPRD,” ucapnya.
Stef menambahkan, DPRD dan pemerintah sedang membahas KUAPPS 2026 dans sebentar lagi perubahan APBD dan dimana DPRD selalu menyiapkan berbagai cara dan strategi agar bagaimana membahas APBD yang berpihak pada sektor pertanian.
Menurutnya, dalam pembahasan RPJMD pun DPRD Sikka mendorong agar selama 5 tahun kedepan selain pendidikan dan kesehatan, sektor pertanian harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Pemerintah diharapkan bisa mendampingi terkait dengan inovasi hasil-hasil perkebunan.Hasil pertanian di bidang hortikultura dan jagung perlu dikembangkan untuk mendukung sektor lain selain target utama swasembada pangan,” ungkapnya.
Penanaman jagung di Nara, Desa Blatatatin dihadiri oleh Wakapolres Sikka bersama jajaran Polres Sikka, Ketua DPRD Sikka, Kepala UPT KPH Sikka, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka dan Bulog Maumere.
Kegiatan juga dihadiri oleh Kodim 1603 Sikka, Lanal Maumere, Camat Kange, para wartawan, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiswa Unipa Maumere, Orang Muda Katolik (OMK) Desa Blatatatin serta kelompok tani. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










