Pasca Erupsi Gunung Lewotobi, Dinkes Sikka Terjunkan Tim Layani Warga dari Rumah ke Rumah - FloresPos Net

Pasca Erupsi Gunung Lewotobi, Dinkes Sikka Terjunkan Tim Layani Warga dari Rumah ke Rumah

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa (17/6/2025) mengakibatkan hampir semua wilayah Kabupaten Sikka yang berada di sebelah baratnya terdampak abu vulkanik.

Guna mengantisipasi berbagai dampak kesehatan yang terjadi di masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka bergerak cepat menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Untuk menguji kualitas air saya sudah perintahkan laboratorium kesehatan daerah untuk turun mengambil sampel di setiap Puskesmas,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Rabu (18/6/2025).

Petrus mengatakan, dan yang lebih prioritas di wilayah Boganatar, wilayah Watubaing, dan wilayah Waigete.

Kemudian mengambil sampel air di wilayah Kota Maumere kemudian akan menguji sample air yang terjauh di Lekebai di Kecamatan Mego atau di Kecamatan Magepanda.

“Kita mau lihat bahwa jangkauan abu vulkanik ini sudah merata atau belum. Tetapi laporan seluruh Puskesmas, dari mulai pagi tadi bahwa seluruh Puskesmas terdampak dengan abu vulkanik,” paparnya.

Baca Juga :  Madin Tekankan Kerja Sama Penanganan Bencana di Manggarai Barat

Petrus menyebutkan, antisipasi ini harus segera dilakukan supaya mencegah dan saat zoom meeting dengan para bupati dan Gubernur NTT kondisi terakhir setiap kabupaten sudah disampaikan.

Sebut dia, dari setiap pembicaraan tadi, memang dampak yang paling parah itu ada di Kabupaten Sikka bila melihat laporan dari Bupati Forest Timur dan bupati-bupati dari kabupaten tetangga di Pulau Flores dan Lembata.

“Kabupaten Sikka yang paling parah sehingga kita mohon atensi dari provinsi dengan kementerian untuk bisa membantu kita agar bisa menangani lebih cepat,” tuturnya.

Petrus memaparkan, dari logistik farmasi tidak masalah dan siap kapan pun dibutuhkan dan vitamin dan masker juga sudah mulai didroping ke setiap Puskesmas.

Dirinya menekankan, warga harus bisa dilindungi sehingga pemerintah harus hadir karena pemerintah itu simbol negara untuk melindungi rakyatnya.

Baca Juga :  Bagaimana Nasib Pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Pulau Palue

Pihaknya pun akan evaluasi bersama sore ini, Rabu (18/6/2025) setelah tim selesai turun ke lapangan agar bisa mendengar laporan dari 27 Puskesmas tentang kondisi Puskesmas masing-masing.

“Kita ingin mengetahui kondisi di setiap puskesmas terutama data ibu hamil ibu menyusui, bayi dan balita supaya kita bisa antisipasi.Pelayanan di Puskesmas Boganatar di perbatasan juga berjalan dan tim kesehatan tetap stay di sana,” tuturnya.

Petrus memaparkan, tim dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas turun memberikan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah sebab mobilisasi ke Puskesmas terganggu dengan debu vulkanik.

Pasca letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Rabu (17/6/2025) sore, ada 3 pick up pengungsi dari Flores Timur bermalam di Puskesmas Boganatar dan paginya sudah meneruskan perjalanan ke Maumere.

“Kembalinya bukan ke arah  Flores Timur tapi ke Kota Maumere untuk berlindung di rumah-rumah keluarga mereka.BPBD Sikka pun sedang melakukan pendataan pengungsi,” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende
Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:27 WITA

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA