Menurut Fraksi NasDem, potensi air yang ada di Bendungan Nebe belum digunakan secara optimal dimana masih banyak air yang terbuang percuma karena potensi lahan yang belum terkelola secara baik untuk persawahan dan lain-lain.
Bendungan Ijura di Magepanda dari dulu dikenal sebagai bendungan utama disentra persawahan Magepanda, namun kondisinya saat ini sangat memprihatinkan atau tinggal nama.
“Fraksi mendorong pemerintah agar mengambil langkah-langkah nyata untuk merevitalisasi bendungan Ijura tersebut,” sebut Fraksi NasDem.
Fraksi NasDem menyarankan kepada pemerintah untuk segera melakukan pencegahan perusakan hutan di hulu, reboisasi hutan di hulu dan perbaikan jaringan primer, sekunder maupun tersier jaringan irigasi di daerah persawahan Magepanda.
Dengan demikian dapat meningkatkan indeks pertanaman 2 sampai 3 kali setahun dimana Fraksi NasDem mengingatkan, Magepanda lahan persawahan terluas di Kabupaten Sikka.
Fraksi NasDem juga memberikan apresiasi kepada pemerintah yang selama kurang lebih satu dekade sudah memanfaatkan sumber daya ini baik untuk kepentingan air konsumsi maupun untuk air irigasi.
“Fraksi mengingatkan pemerintah untuk bijaksana dalam mengeksplorasi air tanah demi terwujudnya misi ke 4 yaitu meningkatkan kualitas lingkungan yang resilian berkeadilan dan berkelanjutan,” pesan Fraksi NasDem.
Fraksi NasDem berpendapat khusus di lahan persawahan Magepanda perlu dikaji dan dibatasi eksplorasi air tanah atau sumur bor air tanah yang baru demi kelestarian dan keselamatan lingkungan.
Hal ini mengingat banyak sumur air minum di Magepanda yang telah berubah rasa menjadi asin akibat terjadinya intrusi air laut yang meningkat.
Fraksi NasDem berpendapat, tugas berat pemerintah dalam mewujudkan misi 4, adalah memfokuskan tata kelola lingkungan pada lokasi-lokasi yang berhubungan dengan sumber air, yang pemanfaatannya untuk air konsumsi maupun untuk air irigasi.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










