Pater Markus Tulu: Jangan Kubur Suara Rakyat di Gedung DPRD Ende - FloresPos Net

Pater Markus Tulu: Jangan Kubur Suara Rakyat di Gedung DPRD Ende

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 15:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMPLH Keuskupan Agung Ende menyampaikan pernyataan sikap Tolak Geothermal di Kabupaten Ende, Rabu (5/6/2025).

AMPLH Keuskupan Agung Ende menyampaikan pernyataan sikap Tolak Geothermal di Kabupaten Ende, Rabu (5/6/2025).

ENDE, FLORESPOS.net-Juru Bicara atau salah satu orator perwakilan Aliansi Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (AMPLH) Keuskupan Agung Ende, Kevikepan Ende-Lio, Pater Markus Tulu, SVD mendesak Dewan DPRD Kabupaten Ende untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kabupaten Ende ke pemerintah di semua tingkatan mulai dari kabupaten hingga pemerintah pusat.

AMPLH KAE mendesak pemerintah pusat segera mencabut surat keputusan penetapan Flores sebagai Pulau Geothermal/Pulau Panas Bumi.

Penegasan ini disampaikan Pater Markus Tulu, SVD di hadapan Ketua dan Anggota DPRD Ende usai menyerahkan surat pernyataan penolakan terhadap pengembangan energi yang bersumber dari panas bumi atau Geothermal di Kabupaten Ende.

Pernyataan tegas Pater Markus didukung oleh ribuan masyarakat atau umat dari 39  paroki di wilayah Kevikepan Ende-Lio, Keuskupan Agung Ende, Rabu (5/6/2025) di pelataran Gedung DPRD Ende.

“Bapak Ketua DPRD Ende yang terhormat, anggota DPRD Ende yang saya kasihi, besar harapan kami agar surat pernyataan yang kami serahkan ke tangan bapak ibu, saudara, sekalian tidak disimpan dan apalagi dikuburkan di kantor DPRD Ende ini”.

“Kami mendesak tidak saja mendorong, sekali lagi kami mendesak supaya DPRD Kabupaten Ende mengambil sikap secara kelembagaan untuk proses selanjutnya sampai pada akhirnya penetapan Flores menjadi Pulau Geothermal dicabut. Dan izin prinsip lain di beberapa tempat di Kabupaten Ende juga dicabut,” kata Pater Markus Tulu disambut teriakan dukungan ribuan masa aksi yang memadati halaman Gedung DPRD Ende dan Jalan El Tari.

Baca Juga :  Gampang-gampang Susah Antisipasi Ledakan Penumpang Bandara Internasional Komodo

Masa aksi damai AMPLH Kabupaten Ende yang terdiri dari para pastor, biarawan, biarawati, para mosalaki, PMKRI, OMK, mahasiswa dari sejumlah kampus di kota Ende, AMAN Nusa Bunga, JPIC, JPIC SSpS Wilayah Timur, tokoh umat dan umat dari 39 Paroki di Keuskupan Agung Ende melakukan aksi damai sejak pagi hingga siang di gedung DPRD Ende dan kantor Bupati Ende.

Umat atau masyarakat menyatakan dengan tegas menolak geothermal dan mendesak pemerintah segera mencabu SK penetapan Flores sebagai Pulau Geothermal.

Untuk diketaui pemerintah psat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Flores menjadi Pulau Geothermal melalui keputusan, SK No. 2268 K/30/MEM/2017.

Keputusan Kementerian ESDM yang menetapkan Flores sebagai Pulau Panas Bumi atau Geothermal ini sesungguhnya sejak penetapan hingga saat ini mendapatkan banyak penolakan, mulai dari pengembangan panas bumi di Mataloko, Kabupaten Ngada, Poco Leok di Kabupaten Manggarai, Wae Sano di Kabupaten Manggarai Barat serta Sokoria dan sejumlah tempat lainnya di Kabupaten Ende.

Fransiskus Taso: Dewan Telah Bekerja

Menjawab tuntutan AMPLH seperti yang disampaikan Pater Markus Tulu, SVD Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso yang didampingi Wakil Ketua, Yanus Waro, Agus Wadhi dan sejumlah anggota DPRD Ende lainnya menyatakan sikap siap menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan AMPLH Keuskupan Agung Ende.

Baca Juga :  Ditjen Bina Marga Mesti  Supervisi BPJN X NTT Terkait Galian C Ilegal Dalam Proyek Pembangunan Jalan

Fransiskus Taso mengatakan, DPRD telah bekerja sejak Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden SVD menyatakan sikap menolak Geothermal di Ende.

“Terima kasih atas aspirasi yang disampaikan hari ini. Kami telah menunggu dukungan dari masyarakat seperti ini sejak lama. Perlu kami sampaikan bahwa kami (DPRD) telah bekerja sejak bapa sukup menyatakan sikap. Kami telah turun ke lapangan dan juga telah membicarakan persoalan ini dalam Pansus (Panitia khusus) DPRD, hanya tidak diekspose. Kami siap menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini,” kata Fery Taso.

Usai menerima surat pernyataan sikap dari AMPLH di pelataran gedung DPRD Ende, Ketua DPRD mengajak sejumlah imam, suster, bruder dan perwakilan mosalaki dan masyarakat untuk berdiskusi di ruang rapat Komisi DPRD Ende. Diskusi ini dipandu langsung oleh Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso.

Direktur Puspas KAE, RD. Edu kembali membacakan sejumlah tuntutan aspirasi AMPLH KAE. Kemudian dilanjutkan dengan dialog dan juga pemaparan hasil kerja Pansus yang disampaikan Ketua Pansus DPRD Ende, Sabri Indradewa.*

Penulis : Anton Harus

Editor : Wento Eliando

Berita Terkait

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan
Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende
Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training
Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Berita ini 219 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:40 WITA

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WITA

Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:15 WITA

DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:43 WITA

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA