Dirinya mengakui, kalau dulu ilmu pengetahuan itu hanya ada di guru tetapi hari ini tidak sebab ada keterbukaan informasi yang membuat mungkin ada hal lain diaman anak didik punya kecepatan informasi dan pengetahuan yang mungkin mereka lebih tahu duluan.
Persoalan ini kata dia membuat Pemda Sikka berpikir bahwa ke depan upgrade skill tenaga pendidik sangat penting, update pengetahuan sangat penting sebab kalau tidak maka ini akan menjadi masalah.
“Metode pembelajaran yang konvensional lama-lama akan tenggelam dan diperbaharui dan diganti pendekatan-pendekatan, metode-metode yang menggunakan platform-platform teknologi.Saya percaya betul SMPK Frater Maumere bisa mempelopori hal ini,” tuturnya.
Juventus menyebutkan, Pemda Sikka punya komitmen terhadap dunia pendidikan dan berharap SMPK Frater menjadi mitra pemerintah dan menjadi salah satu sekolah yang bisa berkolaborasi bersama Pemda Sikka guna meningkatkan kondisi atau taraf pendidikan di Kabupaten Sikka.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sikka tahun 2024 kalau salah 69, lebih tinggi dari Flores Timur tetapi kalah dari Ende.Ke depan kami berharap kerjasama seluruh pihak guna meningkatkan pendidikan di kabupaten ini,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










