MAUMERE, FLORESPOS.net-Aksi sosial berbagi kasih diantara sesama umat manusia adalah sesuatu yang indah yang dapat mempererat silaturahmi satu sama lain umat beragama.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat yang meskipun berbeda agama dan keyakinan, tetapi tetap konsisten berbagi kasih dengan umat muslim di Pemana,Kabupaten Sikka.
Demikian dikatakan Ustad Wahyu dalam Tauzianya di Masjid Al-Fatah Pemana dalam acara buka puasa bersama Julie Sutrisno Laiskodat bersama ibu-ibu pengajian Majelis Taqlim, Kamis (6/3/2025).
“Berbagi kasih itu indah, sekalipun kita beda agama. Seperti halnya yang dilakukan Ibu Julie selaku wakil kita yang ada di Senayan,” kata Ustad Wahyu.
Ustad Wahyu, mencontohkan analogi ular dan ulat dimana seekor ular kalau sudah makan banyak ia memilih berdiam diri di suatu tempat dan akan berganti kulit.
Setelah berganti kulit, ia tetap menjadi ular tanpa perubahan apapun dari pola makan, sikap dan prilaku, termasuk statusnya sebagai predator yang sangat berbahaya.
Berbeda dengan ulat, yang setiap hari makan daun tanpa ampun sampai pohon itu gundul. Setelah itu, ia berdiam diri di suatu tempat dan berganti wujud dari ulat menjadi kupu-kupu yang indah.
Sikap, prilaku dan termasuk pola makan juga ikut berubah, yang sebelumnya makan daun, setelah jadi kupu kupu makanannya madu dan yang manis-manis.
“Karena itu setiap puasa harus mampu membuat kita berubah sehingga menjadi berkah bagi sesama, seperti halnya yang dilakukan Ibu Julie Laiskodat hari ini,” ungkapnya.
Staf Ahli Anggota Komisi XI Julie Sutrisno Laiskodat, Yunus Atabara mengatakan Julie Sutrisno Laiskodat menyiapkan 1.000 paket Ramadhan dari aspirasinya untuk berbagi kasih dalam acara buka puasa bersama saudara yang menjalani puasa.
Hadir dalam kegiatan buka puasa bersama tersebut DPD NasDem Sikka, Fraksi NasDem DPRD Sikka, pengurut DPRI Desa Pemana dan masyarakat. *
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando











