Dishub selama ini bersandar pada jukir. Jukir 2025 rekrut 20 orang, namun 4 di antaranya sudah undur diri, karena gaji dibawah UMP.
“Ini soal kita. Kita memaksimalkan ini tetapi sumber daya kita tidak siap. Ke depannya terkait ini harus dipersiapkan. Persiapan dimaksud, antara lain jalan, rambu-rambu, dan marga,” kata Kadis Gunawan.
Menyinggung banyak tempat parkir liar di Labuan Bajo selama ini, antara lain di pertigaan dekat Pasar Baru, Kadis Gunawan membenarkan.
“Betul, di beberapa tempat itu banyak parkir kendaraan, liar, tapi bukan berarti kita ijinkan. Tidak semua titik parkir itu harus dipungut, sudah dilarang tapi orang bandel,” ujar Kadis Gunawan
Tentang banyak kendaraan roda 4 bak terbuka parkir di bahu jalan depan Pasar Batu Cermin/Wae Sambi selama ini sambil jualan aneka sayuran, Kadis Gunawan juga amini.
“Di pasar itu soalnya tak ada lahan parkir. Ini mesti cari solusibersama. Urus ini tidak semuda membalikan telapak tangan. Tidak boleh kasar, bijaksana, ini tanggungjawab bersama,” katanya lagi.
Masih Kadis Gunawan, target PAD Dishub Mabar Tahun 2025 yakni Rp.839 juta, dan realisasi sementara kurang lebih Rp. 60-an juta.
Dan ini, katanya, masih dari satu obyek, yaitu parkir tepi jalan umum, lain-lain dalampembenahan-pembenahan untukpencapaian PAD.
Fokus Dishub Mabar sekarang kerja yang ada kaitan dengan PAD, pola-pola, perubahan-perubahan untuk selesaikan. Lapangan parkir Kampung Ujung, hasil penjajakan Dishub sudah ada pihak yang melakukan penawaran, PKS (Perjanjian kerja sama).
“Ya pengelolaan, bagaimana skemanya. Kita punya kepentingan untuk PAD, tapi pelayanan kepada masyarakat kita jalankan, aturan tetap kita ke depankan,” tutup Kadis Gunawan.
Dilansir media ini sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Manggarai Barat, Martinus Warus, mendorong OPD-OPD lingkup Pemkab Mabar untuk garap maksimal potensi PAD setempat. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










