Hal ini, katanya, mengindikasikan aktivitas magma dalam kantung magma gunung Lewotobi Laki-laki menurun dikarenakan aktivitas magma yang menuju permukaan berkurang dan mengindikasikan masih terjadi pergerakan magma namun terjadi penurunan stres/tekanan pada kedalaman yang dangkal karena berkurangnya migrasi magma.
Gempa Tektonik Lokal cenderung menurun sedangkan tektonik jauh masih fluktuatif. Tektonik Lokal yang terekam mengindikasikan masih adanya suplai dari dalam yang lokasinya masih jauh dari tubuh Gunung Lewotobi Laki-laki.
Gempa Tektonik Lokal di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki berpengaruh pada aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki sehingga perlu diwaspadai apabila terjadi peningkatan tiba-tiba pada jumlah Tektonik Lokal yang akan berpengaruh pada tinggi letusan atau aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
Pada periode ini masih terekam gempa banjir yang diakibatkan oleh hujan yang deras membawa material produk erupsi menuju daerah yang landai.
Material-material yang dikeluarkan dan terendapkan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki yang dapat berpotensi menjadi lahar apabila terjadi hujan lebat.
“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh dari pemantauan visual dan instrumental, maka tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) terhitung tanggal 20 Februari 2025 pukul 12.00 WITA,” kata Muhammad Wafid.
Kata Muhammad Wafid, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki akan dievaluasi kembali secara berkala maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum diterbitkan. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2










