Petani Pota Manggarai Timur Kesulitan Solar, Tak Bisa Sedot Air ke Lahan Pertanian - FloresPos Net

Petani Pota Manggarai Timur Kesulitan Solar, Tak Bisa Sedot Air ke Lahan Pertanian

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 19:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanaman Bawang Milik Petani Pota, Kecamatan Sambi Rambas, Kabupaten Manggarai Timur Sangat Membutuhkan Solar untuk Bisa Menyedot Air. Foto: Istimewa

Tanaman Bawang Milik Petani Pota, Kecamatan Sambi Rambas, Kabupaten Manggarai Timur Sangat Membutuhkan Solar untuk Bisa Menyedot Air. Foto: Istimewa

BORONG, FLORESPOS.net-Para petani sawah di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kesulitan solar.

Kabarnya, sudah satu bulan ini, mereka tidak bisa menyedot air menggunakan mesin ke lahan pertanian karena ketiadaan bahan bakar solar.

Warga Pota, Jul Firlan mengatakan saat ini untuk kebutuhan menyiram tanaman padi, jagung dan bawang, para petani harus membeli dengan harga sangat mahal, dan untuk dapat solar juga butuh waktu yang sangat lama.

Baca Juga :  Dinas PPO Manggarai Timur Gelar Pelatihan Literasi Sastra Daerah dan Penyusunan Modul Ajar

Menurut Jul Firlan, sudah lebih dari satu bulan atau sudah lima minggu terakhir ini warga dan petani di Pota mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar untuk mesin penyedot air.

“Petani Pota terpaksa membeli solar eceran dengan harga Rp 65.000 per jerigen, karena informasi yang kami dapat SPBU tidak menyediakan kebutuhan BBM jenis Solar,” katanya kepada Florespos.net, Jumat, (11/10/2024).

Baca Juga :  Ketua TP PKK Sikka Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores

Jul Firlan mengatakan, kondisi tersebut semakin sulit apalagi cuaca saat ini sedang puncak musim kemarau.

Dia meminta perhatian instansi dan dinas terkait masalah yang kini tengah dihadapi para petani di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, khususnya. *

Penulis : Albert Harianto

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara
5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo
Songsong 40 Tahun Yayasan Bina Daya St. Vinsensius (Yasbida), Komunitas Panti Dymphna Gelar Berbagai Kegiatan
Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa
Julie Laiskodat Dengarkan Keluhan Warga di Tenda Pengungsian dan Salurkan Sembako
IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores Perluas Bantuan Ke Desa Terdampak di Wilayah Pedalaman Ngada NTT
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:19 WITA

Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:15 WITA

Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:30 WITA

Pemkab Manggarai Timur Ungkap Fakta Penanganan Bantuan di Lamba Leda Utara

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:01 WITA

5 Perusahaan Kalimantan Gelar Pengobatan Gratis 5 Hari untuk Korban Gempa Nagekeo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Dirjen Dukcapil RI Gandeng Dukcapil Nagekeo, Layani Penggantian Dokumen Kependudukan Gratis untuk Korban Gempa

Berita Terbaru

Opini

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Selasa, 25 Agu 2026 - 19:46 WITA