BORONG, FLORESPOS.net-Para petani sawah di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kesulitan solar.
Kabarnya, sudah satu bulan ini, mereka tidak bisa menyedot air menggunakan mesin ke lahan pertanian karena ketiadaan bahan bakar solar.
Warga Pota, Jul Firlan mengatakan saat ini untuk kebutuhan menyiram tanaman padi, jagung dan bawang, para petani harus membeli dengan harga sangat mahal, dan untuk dapat solar juga butuh waktu yang sangat lama.
Menurut Jul Firlan, sudah lebih dari satu bulan atau sudah lima minggu terakhir ini warga dan petani di Pota mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar untuk mesin penyedot air.
“Petani Pota terpaksa membeli solar eceran dengan harga Rp 65.000 per jerigen, karena informasi yang kami dapat SPBU tidak menyediakan kebutuhan BBM jenis Solar,” katanya kepada Florespos.net, Jumat, (11/10/2024).
Jul Firlan mengatakan, kondisi tersebut semakin sulit apalagi cuaca saat ini sedang puncak musim kemarau.
Dia meminta perhatian instansi dan dinas terkait masalah yang kini tengah dihadapi para petani di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, khususnya. *
Penulis : Albert Harianto
Editor : Wentho Eliando










