Panwascam Ngada Wajib Patuhi Pakta Integritas - FloresPos Net

Panwascam Ngada Wajib Patuhi Pakta Integritas

- Jurnalis

Jumat, 24 Mei 2024 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.ne-Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngada, Antonius Ndiwal, S. Fil., M.Th dalam sambutannya usai melantik dan mengambil sumpah 36 orang anggota Panwascam se Kabupaten Ngada dari 12 Kecamatan, Jumat (24/5/2024) di Aula Hotel Korina Bajawa mengatakan, pakta integritas itu mengikat dengan satu kalimat.

“Kamu tidak harus menyetujuinya, tetapi kamu harus patuh,” ungkapnya.

Dikatakan, Anggota Panwascam yang baru dilantik telah mengucapkan Pakta Integritas, ibarat tidak setuju dengan ketampanan dan kecantikan pasangan yang kian tergerus oleh usia, tetapi harus patuh/taat pada janji perkawinan kita kepada Tuhan dan di hadapan sesama.

Sama halnya dengan Anggota Panwascam mengungkapkan janji terhadap Tuhan dan sesama demi demokrasi di Ngada tercinta.

“Jadi pengawas itu kalau A katakan A, B katakan B, selebihnya milik setan. Harus bisa jujur – jaga trust sebab bahaya kalau orang kehilangan trust terhadap kita,” tambahnya.

Wajib lakukan pengawasan dengan profesional plus jujur yang hasilnya bisa diterima para pihak dan dampaknya dirasakan masyarakat luas.

Dalam hal manajemen, tata kelola administrasi dan operasional kantor, soliditas tim itu harus dibangun di atas fondasi kejujuran.

Komunikasi juga dijaga termasuk bertemu dengan orang tua di kampung yang pakai sarung tetapi mungkin tidak pakai sendal juga harus dilakukan dengan baik begitupun saat bertemu tokoh di desa dan kecamatan.

Baca Juga :  Siswi SMA Recis Bajawa Asal Kotakeo Lolos Masuk Universitas Indonesia

“Karena sejak hari ini, tutur kata yang keluar dari mulutmu dalam urusan Kepilkadaan merupakan representasi lembaga. Jadi dalam komunikasinya seorang pengawas, jangan mengurangi dan tidak boleh juga melebih-lebihkan dari yang informasi yang sepantasnya disampaikan,” kata Yanto.

Diminta juga kepada Panwascam untuk bangun jaringan seluasnya dan apabila berintegritas, jujur, komunikasi dijaga, maka kemanapun dan kepada siapapun kita perluas jaringan akan diterima dan diapresiasi.

Harus bisa “mempergauli” RT/RW, Kadus, Kades, Camat, Babinsa, Danramil, Kapospol, Kapolsek, tomas, toga, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kelompok-kelompok kategorial.

Singkatnya setiap dan masing-masing pribadi masyarakat Ngada yang mencintai demokrasi dengan melibatkan mereka sebagai mitra pengawas partisipatif.

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 Peraturan Menteri PAN RB Nomor 49 tahun 2011, diterangkan bahwa dokumen pakta integritas adalah dokumen yang berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Bahwa dalam melaksanakan tugas pengawasan bisa lelah dan sampai letih dan bahkan kita berpotensi mendapat kritikan atau minimal komentar kurang empuk untuk ditelan.

Baca Juga :  Produksi Cengkih Turun, Petani Minta Pemerintah Kontrol Harga 

Pelantikan ini dihadiri Anggota Bawaslu Kabupaten Ngada Sebastianus Fernandez dan Walterius Niku, Ketua dan anggota KPUD Kabupaten Ngada Stefania Octaviana Meo dan Yohana Maria Stefaniana S. Leba, Asisten 1 Setda Ngada Alfian mewakili Bupati Ngada Andreas Paru perwakilan dari Kapolres Ngada serta Kesbangpol Linmas Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada Andreas Paru dalam sambutan yang dibacakan Asisten 1, Alfian mengatakan, proses pengambilan sumpah dan pelantikan anggota Panwascam se Kabupaten Ngada merupakan momentum penting karena merupakan titik awal dalam menjaga dan memelihara demokrasi di tingkat kecamatan terutama tugas pengawasan.

Dikatakannya, sebuah tugas yang membutuhkan tanggung jawab yang juga tidak ringan. Peran Panwascam dalam proses demokrasi merupakan bagian yang sangat penting karena merupakan garda terdepan dalam pengawasan Pemilihan Umum.

Hal ini sangatlah penting karena memastikan proses Pilkada nanti dilaksanakan secara transparan dan demokratis.

Tugas yang diemban tidaklah mudah namun dirinya yakin dengan komitmen dan kerja keras dari penyelenggara termasuk pengawas Pemilu di tingkat kecamatan dapat dilaksanakan dengan baik. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WITA

Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta

Berita Terbaru

Opini

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:58 WITA