Buka Puasa Bersama Pesantren Walisongo, Syuradikara Jadi Tempat Penyemaian Benih Toleransi - FloresPos Net

Buka Puasa Bersama Pesantren Walisongo, Syuradikara Jadi Tempat Penyemaian Benih Toleransi

- Jurnalis

Selasa, 9 April 2024 - 13:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Anak-anak OSIS dan MPK SMA Swasta Katolik Syuradikara telah menunggu kedatangan rombongan komunitas Pesantren Walisongo di depan pendopo sekolah pada Senin, 8 April 2024 sore.

Tak berselang lama, mereka tiba dengan senyum membungkus indah dan raut wajah mereka begitu bahagia.

Sementara itu, pemandangan unik muncul. Beberapa siswa SMA Swasta Katolik Syuradikara mengenakan hijab dan songkok yang memberi kesan indah dipandang mata. Mereka itu beragama Islam dan hadir juga untuk berbuka bersama.

“Pak, abadikan kami momen ini dulu,” kata Kayla, siswi Kelas XII IPA.

Ia bersama empat teman lainnya begitu bahagia. Mereka langsung bergaya di depan kamera handphone Redmi 10 Pro. Setelah usai, terdengar ucapan terima kasih dari mereka.

Saya langsung menuju Aula Mini untuk mengabadikan momen perjumpaan di dalam ruangan. Di situ, mereka yang berjumlah 40-an orang duduk lesehan di atas karpet merah.

Tak menunggu lama, acara yang dipandu oleh OSIS pun mulai berjalan. Cinta, salah seorang siswi, membuka salam dan menyapa Bruder Kepala Sekolah, Ustaz, bapak-ibu guru yang hadir, adik-adik pesantren, hingga rekan-rekan OSIS yang juga ikut bergabung.

Baca Juga :  Flores United Raih Kemenangan Tipis Atas Porto FC, Buka Peluang Lolos dari Grup

Setelah menyapa hadirin, Cinta mengundang Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMA Swasta Katolik Syuradikara untuk menyampaikan pesan-pesan perjumpaan di awal acara Buka Puasa Bersama.

“Kegiatan semacam ini selalu kita buat setiap tahun, kita buka bersama, doa bersama menyongsong Idul Fitri,” kata Bruder Kris.

Ia mengatakan, sejak berdirinya SMA Swasta Katolik Syuradikara, para bapa pendiri sudah berpikir supaya Syuradikara jadi tempat menyemaikan benih-benih perbedaan dan menumbuhkan sikap toleransi.

Syuradikara, kata dia, tak hanya menjadi tempat belajar tetapi menjadi ruang menabur kebaikan dan menerima segala perbedaan pun menimba kekuatan bersama-sama.

Syuradikara: Tempat Penyemaian Benih Toleransi

Bruder Kris menambahkan, SMA Swasta Katolik Syuradikara bukan hanya satu bangunan gedung yang luas, tetapi merupakan tempat penyemaian benih-benih toleransi.

“Kita dilatih untuk menghargai satu dengan yang lain, mencintai keberagaman, sehingga di sini ada yang Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha,” ungkap Bruder Kris.

Hubungan SMA Swasta Katolik Syuradikara dan Pesantren Walisongo, kata Bruder Kris, sebagai adik dan kakak yang merasa memiliki rumah besar secara bersama.

“Kalau sudah jenuh di Pesantren dan mau kunjung, kontak dengan Bruder dan kakak-kakak OSIS supaya datang ke Syuradikara,” ajaknya.

Baca Juga :  Ratusan Lampion Gagal Terbang Saat Launching Pekan Ende Street Festival

Sementara Ustaz Ginanjar, pendamping anak-anak Pesantren Walisongo, mengatakan, momen menjelang Ramadhan adalah momen penuh berkat yang dirayakan secara bersama.

“Satu bulan ini semua menikmati. Kemarin ada yang viral di media sosial, ada yang berebutan takjil hingga ada pro-kontra, inilah indahnya bunga-bunga kehidupan di bulan Ramadhan,” katanya dalam ceramah.

Ia menegaskan, betapa sangat berbahagia semua orang merayakan bulan Ramadhan, apalagi momen ini berbarengan dengan Paskah, Hari Raya Kebangkitan Kristus.

“Oleh karena itu, kita sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” katanya.

Menurutnya, dalam Alquran, ajakan berpuasa bukan hanya ditujukan kepada umat Muslim saja, tetapi kepada semua yang beriman.

“Allah tidak memerintahkan, berpuasalah bagi orang-orang Muslim, tetapi digambarkan berpuasalah untuk orang-orang beriman,” kisahnya mengutip Alquran.

Untuk menyikapi sikap dan aksi toleransi, lanjut dia, kata toleransi bukan hanya sebuah kata biasa, melainkan sebuah tindakan untuk hidup bersama.

“Maka kita rasa bangga karena saat orang lain masih menganggap toleransi sebagai visi, tapi kita sudah buktikan menjadi misi, seperti hari ini,” tutupnya. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Anggota Pramuka SMPK Tri Bhakti Reo Wakili Kwarcab Manggarai di Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026
Para Legend NTT Turun Lapangan di Soekarno Cup, Bobi: Kami Hadir untuk Gairahkan Voli di Ende
Hadiri Sertijab Camat Boawae Bupati Simplisius Donatus Tegaskan 3 Peran Utama
Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo
Up Date Kasus DBD di Ende, Ende Timur Tertinggi Dalam Kota
Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran
Q One Club Petik Kemenangan Kedua di Soekarno Cup, Naya: Kami Tampil Maksimal
Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:27 WITA

Anggota Pramuka SMPK Tri Bhakti Reo Wakili Kwarcab Manggarai di Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05 WITA

Para Legend NTT Turun Lapangan di Soekarno Cup, Bobi: Kami Hadir untuk Gairahkan Voli di Ende

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:17 WITA

Hadiri Sertijab Camat Boawae Bupati Simplisius Donatus Tegaskan 3 Peran Utama

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:05 WITA

Up Date Kasus DBD di Ende, Ende Timur Tertinggi Dalam Kota

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:40 WITA

Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran

Berita Terbaru