LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berkolaborasi menggelar Teras Ekraf dengan mengusung tema Pasar Keliling.
Teras Ekraf digelar di beberapa titik lokasi di Labuan Bajo selama tahun 2024, antara lain di Puncak Waringin, Promenade Marina, Depan Dinas Cipta Karya, dan Parapuar. Teras Ekraf volume 1, BPOLBF bersama Disparekrafbud telah melaksananya baru-baru ini di Puncak Waringin, Labuan Bajo.
Teras Ekraf adalah konsep pasar yang dilaksanakan di akhir pekan dengan aktivitas utama jual-beli produk UMKM lokal Floratama (Flores, Lembata, Alor, dan Bima) sehingga dapat memberikan ruang bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk mereka dan memberi alternatif kegiatan bagi komunitas. Tujuan event ini untuk menciptakan dan memperluas akses pasar dan peningkatan promosi produk-produk UMKM dan Ekonomi Kreatif di Labuan Bajo.
Plt. Dirut BPOLBF, Fransiskus Saverius Teguh, menjelaskan bahwa gelaran event Teras Ekraf 2024 merupakan pameran produk ekonomi kreatif yang dipadukan dengan pertunjukan seni untuk mempromosikan dan menarik minat visitor yang sedang bertamu ke Labuan Bajo.
Ini menjadi salah satu cara untuk menunjukan kepada wisatawan, sebagai suatu daya tarik agar mereka bisa lebih lama berkunjung dan menikmati suasana ambience Labuan Bajo. Ini juga menjadi challenge bagi wisatawan mempromosikan tempat ini, ungkapnya saat membuka Teras Ekraf volume 1.
Frans Teguh juga menerangkan bahwa kehadiran Teras Ekraf 2024 untuk memperkenalkan ruang publik yang sudah ada dan mengaktivasinya sehingga ada perputaran ekonomi di Labuan Bajo Flores.
“Kami juga punya etalase di Parapuar sehingga teman-teman bisa menikmati fantastic views di sana, dan teras ekraf ini akan kita selenggarakan di beberapa lokasi yaitu; Promenade Marina, halaman dinas Cipta Karya, dan Parapuar,” ungkap Frans.
Kepala Disparekrafbud Mabar, Stefanus Jemsifori, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu pilot project untuk memberikan ruang kepada pelaku UMKM dan menjadi salah satu wisata alternatif bagi para wisatawan.
“Rencana kami ke depannya, di tempat ini akan selalu ada event secara reguler digelar. Sehingga wisatawan yang datang berwisata ke Labuan Bajo, selain ke pulau untuk wisata bahari, mereka juga bisa menikmati atraksi pentas seni dan membeli produk UMKM yang ada di kota,” kata Jemsifori.
Pelaksanaan Teras Ekraf melibatkan 17 UMKM binaan BPOLBF, Disparibud dan Nakertrans: 2 Fashion dan 15 Kuliner yaitu; (1) Sari Toga Komodo, (2) C’yen Food, (3) Sekangku, (4) Mataleso ge, (5) Widang Mete, (6) Bakullan Umma Aisyiyah, (7) Yogi Rajabuah, (8) Dapur de Luma, (9) Kameku, (10) Kusebar, (11) Thirteen Chicks, (12) Molas Fatimah, (13) Dapur Pamela, (14) Lembu Nai Catering, (15) Rejeleleng, (16) Dapur Dite, (17) Pande Kopi.
Berdasarkan hasil laporan kegiatan Teras Ekraf, jumlah pengunjung hari pertama 200 orang, dan hari kedua 300 orang dengan nilai tranksaksi sebesar Rp. 12.924.000 selama penyelenggaraan event. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










