El Nino dan Abu Vulkanik Lewotobi Laki-Laki Ancam Gagal Panen Petani Solor - FloresPos Net

El Nino dan Abu Vulkanik Lewotobi Laki-Laki Ancam Gagal Panen Petani Solor

- Jurnalis

Minggu, 21 Januari 2024 - 11:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Bencana kekeringan (El Nino) dan terpaan abu vulkanik erupsi gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, yang masih berlangsung saat ini bakal berdampak gagal panen (puso) dihadapi para petani di Pulau Solor.

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flotim, Antonius Wukak Sogen dalam perbincangan lepas dengan Florespos.net di Solor, Sabtu (20/1/2023) petang, menyebutkan ancaman El Nino dan penyebaran abu vulkanik Lewotobi Laki-laki sedang mendera petani Solor.

Gejolak bencana tersebut diprediksi berdampak gagal tanam dan puso di tahun 2024. Sebagian petani Solor sudah bercocok tanam pada akhir Desember 2023 dan sebagian baru menugal selepas perayaan Tahun Baru 2024.

Curah hujan pada musim tanam 2023/2024 masih belum tanda-tanda normal. Guyuran hujan masih bersifat lokal dan belum merata di seluruh wilayah Flotim termasuk “Pulau Batu” Solor.

Gumpalan awan hujan yang menggantung di langit, perlahan sirna dihempas angin yang bertiup dari arah barat, gunung api Lewotobi Laki-laki. Kekeringan diprediksi masih berjalan, melanda sebagian besar wilayah Flotim.

Menghadapi kondisi kekeringan El Nino dan hempasan abu letusan Lewotobi Laki-laki, demikian Anton Wukak, tidak sedikit petani Solor terpaksa menanam ulang menggantikan tanaman jagung dan padi yang mengalami kekeringan.

Baca Juga :  DPRD Ketok Palu Perubahan Anggaran, Honorer Flores Timur yang Telah Diberhentikan Bakal Kembali Kerja

Kaum tani di Solor juga menghadapi gangguan pertumbuhan tanaman jagung pada fase vegetatif dan generatif saat ini lantaran ditutupi luncuran abu belarang Lewotobi laki-laki yang masih aktif dan status siaga saat ini.

“Para petani Solor pasrah menghadapi bencana kekeringan dan dampak abu letusan Lewotobi. Petani juga mengaku tidak ada lagi persediaan benih jagung menanam ulang. Ketiadaan benih mesti secepatnya ditanggapi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flotim,” kata Anton Wukak.

“Sebagai mantan pejabat (Kadis Pertanian dan Asisten III Setda Flotim-Red) setelah mengamati lapangan, saya sudah informasikan langsung kondisi tanaman petani Solor kepada Penjabat Bupati dan pejabat Kadis Pertanian Flotim). Sabtu (19/1/2024) sudah digelar rapat koordinasi di Setda Flotim dengan agenda penanggulangan kekeringan dan gagal tanam di Flotim,” ungkap Anton Wukak.

Bencana El Nino disertai debu belerang erupsi Gunung Lewotobi laki-laki dalam pantauan nyata bakal berakibat produksi pangan tahun ini menurun bahkan puso.

“Pantauan lapangan, estimasi akumulasi luas kerusakan sementara tanaman pangan jagung, padi, kacang-kacangan, dan ubi kayu sekitar 200-an hektare (Ha). Kondisi bencana ini bakal berdampak gagal panen para petani Solor,” ungkap Anton Wukak yang mengaku menyempatkan waktu memantau langsung kondisi pertumbuhan tanaman pangan di Solor.

Baca Juga :  Kasus Talud Penahan Longsor, Jaksa Kejari Flores Timur Tahan Dua Tersangka

Ferry (40) petani di Lingkungan Auglaran, Kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat kepada media ini mengaku tanaman jagung masih pada fase vegetatif (pertumbuhan) kini mengalami pertumbuhan tidak norma.

Tanaman tumbuh tidak sehat karena kurang air dan tutupan tebal dari abu letusan Lewotobi Laki-laki.

“Topografi wilayah Ritaebang yang berhadapan langsung gunung api Lewotobi yang hanya dibatasi air laut (Selat Lewotobi) berjarak sekira 3 mil laut, merasakan dampak langsung uap panas dan abu letusan. Wilayah Ritaebang sejak awal erupsi alami bedak debu belerang,” keluh dia.

“Tanaman pangan, pepohonan dan lingkungan hidup serta perumahan penduduk ditutupi abu vulkanik. Berikut curah hujan yang rendah berakibat pertumbuhan tanaman tidak sehat, kerdil dan tampak kekuningan. Para petani pasrah dan khawatir menghadapi gagal panen tahun ini,” keluh Ferry lagi. *

Penulis: Frans Kolong Muda I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Selasa, 22 September 2026 - 18:38 WITA

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WITA

Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan

Selasa, 22 September 2026 - 17:44 WITA

Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru