RUTENG, FLORESPOS.net-KPU Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyortir logistik Pemilu 2024 dalam beberapa waktu belakangan ini.
Khusus untuk logistik jenis surat suara, KPU Manggarai menemukan 22.562 surat yang rusak dan yang kurang.
Data yang diperoleh wartawan dari KPU Manggarai, Kamis (11/1/2024) menyebutkan, untuk kategori surat suara rusak berjumlah 3.615 lembar dan yang kurang dalam distribusi dari perusahaan sebanyak 18.947 lembar.
Menurut Komisioner KPU Manggarai, Rikard Pentor, ada dua kategori yang diperhatikan selama penyortiran, yakni yang rusak surat suara sehingga tidak bisa terpakai.
“Dan, yang kurang surat suara dari kebutuhan di Manggarai yang diditribusikan dari perusahaan,” katanya.
Dari data yang ada, demikian Rikard Pentor, yang rusak dan kurang ditemukan pada semua kategori mulai dari surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden (PPWP), DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Manggarai.
Temuan terbanyak, yakni pada surat suara DPR RI, yakni rusak 2.321 lembar dan kurang 12.009 lembar sehingga yang harus dipenuhi kekurangannya sejumlah 14.330 lembar.
Menyusul, surat suara DPRD Provinsi, yakni rusak 564 lembar dan kurang 1.695 lembar. Dengan demikian, pemenuhan kekurangan sejumlah 2.259 lembar.
Untuk DPRD Kabupaten Manggarai, terbanyak di Dapil 3, yakni surat suara rusak 71 lembar dan kurang, 2.513 suara. Yang harus dipenuhi kekurangannya 2.584 lembar.
Menurutnya, atas pelbagai kekurangan itu, pihaknya telah menyurati KPU Pusat melalui KPU Provinsi agar diketahui dan dipenuhi semua kekurangan tersebut.
Ditanya tentang kapan yang logistik yang kurang itu terisi kembali, Rikard Pentor menjelaskan, jadwalnya sudah diatur dalam kurun waktu yang ada.
Tetapi harapannya, logistik untuk mengisi yang kurang itu, bisa tiba di Manggarai per pertengahan bulan Januari ini.
Sebelumnya, anggota Bawaslu Manggarai, Ketua Bawaslu Alfan Manah mengatakan, yang menjadi fokus pengawasan sekarang ini tidak saja berkaitan dengan kampanye, juga logistik Pemilu yang sudah tiba di Ruteng.
“Kita awasi semua agar tidak ada yang terlewatkan dalam seluruh proses dan tahapan yang ada,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus










