Oleh: RD. Donnie Migo
Senin, 6 November 2023
(Senin dalam Pekan Biasa XXXI)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Betapa bahagianya apabila kita menerima undangan untuk menghadiri sebuah pesta, apalagi undangan itu dari anggota keluarga atau dari kenalan.
Kita pasti sungguh merasa dihargai sehingga kita pun berusaha untuk menghadirnya. Namun, dalam injil Lukas hari ini (14:12-14), Tuhan Yesus melarang para muridNya untuk mengundang sahabat kenalan karena suatu waktu mereka dapat membalas undangan mereka.
Apakah yang Tuhan maksudkan dengan larangan ini? Bukankah kita sudah biasa mengundang kenalan, sahabat dan keluarga kita?
Secara umum Tuhan meminta kita untuk mengasihi sebagai seorang Kristen, yakni mengasihi mereka yang menderita sebagaimana dalam injil dikatakan untuk mengundang mereka yang miskin, cacat, lumpuh dan buta (Matius 14:13).
Indikasi miskin, cacat, lumpuh dan buta menunjukkan keterbatasn mereka tetapi Tuhan mengajak agar kita mengundang dan mengasihi mereka.
Sebab mereka tidak dapat membalas undangan kita. Di sinilah inti dari mengasihi sebagai orang Kristen yakni menyalurkan kasih yang tidak biasa kepada sesama; Mengasihi mereka yang benar-benar membutuhkannya.
Rasul Paulus kepada jemaat di Roma menulis tentang segala sesuatu yang berasal dari Allah, oleh Allah dan kepada Allah, bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya! (Roma 11:36).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa apa yang kita terima dan miliki semuanya berasal dari sumber yang sama, yakni dari Allah dan dipercayakan kepada kita.
Untuk itu, apabila kita menggunakannya untuk mengundang mereka yang kita kenal mungkin saja itu hal yang biasa tetapi jika kita gunakan untuk mereka yang menderita dan berkekurangan bisa jadi itulah cara kita memuliakan Allah.
Marilah pada hari ini kita sebagai orang beriman dipanggil untuk mengasihi dengan cara yang tidak biasa. Balasannya bukan dari dunia ini tetapi akan diberikan pada hari kebangkitan (Matius 14:14). Sebab dengan perbuatan baik kita, nama Tuhan senantiasa dimuliakan selama-lamanya. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










