Oleh: RD. Donnie Migo
Senin, 30 Oktober 2023
(Senin Pekan Biasa XXX)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Injil Lukas pada hari ini mengantar kita untuk mengetahui bahwa Tuhan Yesus menempatkan keselamatan manusia sebagai hal yang penting dan termasuk bagian dari ekspresi cinta kasih.
Artinya bahwa ketika kita mengasihi sesama maka kita juga menolongnya untuk dapat memperoleh keselamatan.
Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang telah menderita sakit selama delapan belas tahun. Melaluinya, Tuhan memberikan sebuah contoh bagaimana kita mengutamakan keselamatan sesama.
Keselamatan yang dimaksudkan disini adalah terlepasnya diri kita dari pengaruh-pengaruh dosa dan kejahatan.
Perempuan yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus, awalnya menderita sakit karena dirasuki oleh roh jahat sehingga ia menjadi bungkuk dan tidak dapat berdiri tegak (Lukas 13:11).
Tuhan Yesus memanggil ibu itu dan meletakkan tangan atasnya (memberkatinya), sehingga ibu itu sembuh dan terbebas dari roh jahat.
Berhadapan dengan mereka yang telah dibebaskan, sebenarnya sikap yang paling tepat adalah bersyukur atas kesembuhan dan keselamatan, bukan mencela dan mencari alasan untuk mempersalahkan Tuhan.
Sikap kepala rumah ibadat sangat berseberangan dengan apa yang menjadi hal utama dalam hukum taurat, yakni cinta kasih.
Oleh sebab itu, Tuhan Yesus menegurnya dengan keras: “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?” (Lukas 13:15).
Kepada hewan kita bisa berbuat baik dan peduli, tetapi apakah kepada seorang manusia yang sakit selama delapan belas tahun kita tidak punya rasa belas kasih?
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma memberikan kepada kita pengertian bahwa orang-orang yang mampu memahami belas kasih Allah dan mengasihi sesamanya adalah mereka yang hidupnya dipimpin oleh Roh Allah, sehingga mereka dapat disebut sebagai anak-anak Allah (Roma 8:14), sedangkan orang yang berdosa adalah mereka yang hidupnya dipimpin oleh daging (Roma 8:12).
Oleh sebab itu, agar kita dapat mengutamakan keselamatan sesama maka biarkanlah diri kita dipimpin oleh Roh Allah, undanglah agar Ia masuk dan merajai hati dan pikiran kita, sehingga kita dapat menghantar lebih banyak orang untuk menjawab “ya” atas panggilan Tuhan dan menerima berkat yang melimpah dari Allah. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










