BORONG, FLORESPOS.net-Setelah kemarau panjang hampir empat bulan melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Manggarai Timur khususnya, warga petani menyambut hujan perdana, Selasa (12/2023) dengan penuh sukacita.
Di tengah kegundahan hati petani akibatnya tanaman yang mulai layu bahkan sebgaian mati akibat panass yang berkepanjangan, hujan turun dengan lebatnya Selasa kemarin.
Valentino Dirjon, petani di Kecamatan Lamba Leda Selatan menyampaikan itu kepada Florespos.net di Mano, Selasa, (12/9/2023).
Dirjon mengatakan, tanaman pertanian seperti padi banyak yang gagal panen, demikian juga tanaman perkebunan kopi, cengkih, kakao, dan beberapa tanaman lain yang mati karena hujan tidak turun.
“Bersyukur hari ini mulai hujan sebagai petani tentu kami senang,” kata Dirjon.
Menurut Dirjon, selain banyak tanaman pertanian yang mati, warga kesulitan air minum bersih, debit air berkurang, bahkan beberapa mata air tidak mengalir sehingga warga harus mencari air di tempat yang sangat jauh dari kampung.
Dia berharap hujan terus turun agar petani mulai bercocok tanam, dan debit mata air semakin banyak. Sebelum musim tanam padi, para petani biasanya menanam jagung dan bisa panen pada bulan Desember.
“Kita berharap hujan terus turun supaya petani bisa bercocok tanam,” katanya.
Penulis: Albert Harianto/Editor:Anton Harus










