40 Kepala Keluarga Warga Aesesa Nagekeo Direlokasi ke Pemukiman Baru - FloresPos Net

40 Kepala Keluarga Warga Aesesa Nagekeo Direlokasi ke Pemukiman Baru

- Jurnalis

Selasa, 29 Agustus 2023 - 11:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) warga Kobarosa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo saat ini siap bermigrasi ke pemukiman baru di Wolo Ana Lala, Kelurahan Lape. Mereka selama ini menempati lahan sawah di Daerah Irigasi Mbay tepatnya di Pintu Boawae.

Pemukiman baru seluas 2 Ha itu dibeli seharga Rp 1, 2 miliar dari Bernadus Dhalu, salah satu tokoh masyarakat Lape. Tanah 2 Ha itu dibuatkan Sertifikat sebanyak 40 sertifikat atas nama masing-masing KK. Dalam waktu dekat ini, mereka akan berpindah rumah dari sawah ke Wolo Ana Lala.

Dalam proses jual beli, mereka bermitra dengan Koperasi Kenisah sebagai pemodal yang mana Koperasi meminjamkan uang sebesar Rp 30 juta untuk dibayarkan ke pemilik lahan, kemudian masyarakat mengembalikan uang tersebut dengan cara menyicil.

Saat ini sertifikat hak milik atas nama masing-masing sudah diterbitkan Badan Pertanahan Nasional Nagekeo. Sebagian sertifikat diserahkan kepada masyarakat oleh Bernadus Dhalu dan keluarga disaksikan Wakil Bupati Marianus Waja serta pihak Koperasi Kenisah.

Baca Juga :  Bungkam Sergio FC Tiga Gol, Lolos ke 16 Besar Tapi Coach Zulvin Bilang Perse Belum Maksimal

“Ini kami sosialisasinya sudah tiga tahun lalu, dalam kesepakatannya, mereka harus terdaftar sebagai Nasabah dan menyimpan uang sebesar Rp 1,5 juta,” kata Kepala Tempat Pelayanan Koperasi Kenisah, Firmina Polu saat di temui wartawan Selasa (29/8/2023).

Meski sudah berjalan hampir tiga tahun, akan tetapi Firmina mengungkapkan bahwa sampai saat ini baru 15 KK yang sudah disetujui Kopdit Kenisah untuk mengajukan pinjaman, sebab sudah memenuhi persyaratan sebagaimana kesepakatan dalam sosialisasi.

“Sekarang kan, Sertifikatnya ada di pemilik lahan, kalau mereka sudah penuhi artinya sudah menyimpan Rp. 1,5 juta otomatis kita langsung cairkan, dan sertifikat dijadikan agunan” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja berharap, agar 40 KK yang terdaftar sebagai pemilik lahan tersebut komitmen dengan apa yang sudah disepakati bersama agar proses pencairan uang bisa berjalan lancar.

Baca Juga :  Sambut Yubileum 150 Tahun SVD, Fungsionaris DPP Paroki Onekore Ret-Ret di Kemah Tabor

Setelah lahan tersebut 100 persen menjadi hak milik mereka, diharapkan agar tidak dijual lagi ke pihak lain.

“Tanah itu tidak boleh dijual ke orang lain, karena tanah itu untuk relokasi ke sana, ini menyangkut dengan harkat dan martabat semua yang menggarap sawah,” kata Wakil Bupati.

Warga yang membangun pemukiman di irigasi, kata Wakil Bupati tidak memiliki legal hukum karena tidak bisa diterbitkan sertifikat selain sertifikasi sawah.

Dalam acara serah terima sertifikat, Wakil Bupati Marianus juga melibatkan Dinas PUPR dan Dinas Pemukiman dan Tata Kota, Camat Aesesa dan juga Lurah Lape.

Kata Wakil Bupati Marianus, Pemkab Nagekeo berkomitmen mendukung sepenuhnya agar program tersebut bisa berhasil dan masyarakat 40 KK dapat memiliki rumah dan lahan pribadi yang sah secara hukum. *

Penulis: Arkadius Togo / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul
Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa
Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke
Bulog Ende Targetkan Serap 64 Ton Beras Petani Lokal
Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga
Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas
Stikes St.Elisabeth Keuskupan Maumere Masih Buka Pendaftaran
Stikes Santa Elisabet Keuskupan Maumere Laksanakan Dies Natalis Kedua, Momentum Merefleksi Perjalanan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WITA

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:51 WITA

Kelompok Perempuan Petani Kelapa Desa Lambunga, Mandiri Ekonomi Berkat Mengolah Produk Turunan Kelapa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:48 WITA

Wabup Nagekeo Bertemu Gubernur dan Ketua DPRD NTT, Bahas Penyelesaian Tanah TNI di Tonggurambang hingga Pembangunan Jembatan Pomakeke

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WITA

Diduga, Kolong Rumah Penduduk Masuk Cagar Alam Wae Wuul, Minta Pemerintah Akui Hak Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 11:47 WITA

Bupati Nagekeo Lantik 81 Pejabat Administrator dan Pengawas

Berita Terbaru

Opini

Turun dari Gunung Tabor, Menjaga Rumah Bersama

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:30 WITA

Nusa Bunga

Kepala BPKH NTT: TPA Warloka Berada Diluar CA Wae Wuul

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:13 WITA