ENDE, FLORESPOS.net-Meskipun berada di perantauan tetapi mereka tidak lupa akan budaya tarian adat yang diwariskan leluhur.
Di Kabupaten Ende, tepatnya di Kelurahan Tetandara, RT 01, RW 02 Kompleks Hawu, warga menggelar tarian padoa dari Etnis Sabu.
Mereka menampilkan tarian ini sebagai ungkapan kegembiraan menyambut HUT RI ke -78 dan melestarikan budayanya.
Ketua RT 02, RW 01 Kompleks Hawu Kelurahan Tetandara, Jhony Raga yang ditemui Florespos.net, Kamis (10/8/2023) malam menjelaskan tentang maksud dari warga menggelar tarian Padoa di Ende.
Tarian Padoa adalah tarian adat orang Sabu yang sudah ditetapkan dalam kalender adat dan dilaksanakan setelah musim panen. Tarian ini adalah bentuk syukur atau ungkapan kegembiraan atas hasil panen.
“Kalau di Sabu sudah diatur dalam kalender adat dan biasanya dilaksanakan setelah musim panen,” katanya.
Jhony mengatakan Padoa yang dilaksanakan saat ini di Ende adalah Padoa biasa karena dilaksanakan diluar kalender adat. Mereka menggelar tarian ini untuk hiburan menyambut HUT RI ke-78.
“Ini Padoa biasa. Kami orang Sabu di kompleks ini melaksanakan untuk menyambut HUT kemerdekaan bukan untuk kepentingan adat dan lain- lain,” katanya.
Selain itu tujuannya adalah melestarikan budaya dan mewariskan kekayaan ini kepada generasi yang lahir di Ende.
“Kami yang ada di Ende kebanyakan lahir di sini maka hampir tidak pernah ikut tarian Padoa. Kami buat ini untuk melestarikan dan mewariskan kepada orang Sabu yang ada di Ende. Setiap tahun digelar tetapi saat Covid-19 kemarin tidak dilaksanakan,” katanya.
Pada tahun ini sudah digelar sejak Rabu (9/8/2023) malam dan akan berlangsung hingga Sabtu (12/8/2023) malam. *
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










