MBAY, FLORESPOS.net-Seorang mahasiswa Undana Kupang, jurusan Teknik Bangunan semester VIII, Ayub Joan Seko, meninggal di Taman Wisata Laut 17 Pulau Riung, tepatnya di Pulau Rutong, Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada pada Sabtu (8/7/2023).
Mahasiswa ini berasal dari Kelurahan Oebesi, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolres Ngada melalui Kapolsek Riung, Ipda Nur Kholik yang dikonfirmasi Florespos.net, Sabtu (8/7/2023) malam menjelaskan kronologis kejadian.
Menurutnya, pada Sabtu (8/7/2023), sekitar pukul 07.00 Wita, rombongan mahasiswa Undana Kupang yang praktek kerja lapangan di Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, berangkat dari Towak menuju Riung bersama Lurah Towak, Denny Marselinus Sapa dengan menggunakan sepeda motor.
Sekitar pukul 08.30 Wita, rombongan mahasiswa itu tiba di rumah milik Lurah Towak, Denny Marselinus Sapa beralamat di Kelurahan Benteng Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Pada pukul 09.00 Wita, rombongan mahasiswa dan Lurah Towak berangkat ke Teluk Labuan Kelambu di Ruki, Desa Sambinasi Tengah, Kecamatan Riung.
Pukul 10.00 Wita, rombongan mahasiswa dan Lurah Towak berangkat dari Teluk Labuan Kelambu menuju Bukit Watu Mitong di Desa Sambinasi, Kecamatan Riung.
Pukul 10.30, Wita rombongan mahasiswa dan Lurah Towak berangkat dari Bukit Watu Mitong menuju Dermaga Pariwisata Nangaular di Desa Latung, Kecamatan Riung.
Pukul 11.00 Wita, rombongan mahasiswa dan lurah Towak berangkat dari Dermaga Wisata Nangaular menuju Dermaga Pariwisata Riung, di Nangamese, Kecamatan Riung.
Lalu, pukul 11.45 Wita, rombongan mahasiswa dan Lurah Towak berangkat ke Pulau Kelelawar dan Pulau Rutong menggunakan perahu motor milik Halis. Pada pukul 12.50 Wita, rombongan tiba di Pulau Rutong atau tempat kejadian perkara.
Ipda Nur melanjutkan, pada saat perahu motor hendak berlabuh di pesisir pantai Pulau Rutong, korban melihat salah seorang temannya, Yakob Batu melompat dari perahu motor dan berenang ke tepi pantai.
Korban kemudian melompat dari perahu motor dan berenang seperti yang dilakukan temannya. Jarak dari korban lompat ke bibir pantai sekitar 10 meter.
Setelah perahu motor berlabuh di bibir pantai Pulau Rutong, para saksi melihat korban mengangkat kedua tangannya ke atas pertanda meminta bantuan.
Karena melihat hal itu dan kondisi kepala korban sudah tidak kelihatan dipermukaan air laut, pemilik perahu motor Halis berenang ke arah korban dengan menggunakan pelampung untuk menyelamatkan korban.
Korban di bawah ke pantai dan dibaringkan di pasir kemudian temannya yang lain membantunya dengan cara memberikan napas buatan memalui mulut dan memompa dada dan perut korban untuk mengeluarkan air laut yang ditelan korban.
Menurutnya, melihat kondisi korban yang tidak sadarkan diri maka Lurah Towak bersama rombongan memutuskan membawa korban ke Dermaga Pariwisata Riung untuk selanjutnya di bawa ke Puskesmas Riung. Sekitar pukul 13.30 Wita, korban tiba di Puskesmas Riung namun nyawanya tidak tertolong lagi.
Sekitar pukul 16.35 Wita, korban diperiksa oleh dokter Puskesmas Lengkosambi dr. Alber karena dokter puskesmas Riung tidak berada di tempat.
Dari hasil pemeriksaan dokter menjelaskan bahwa korban meninggal karena tenggelam sebab tidak ditemukan adanya luka robek atau lebam di tubuh korban.
Korban langsung di bawah di orang tua asuh Ignasius Meta di RT 02, Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Selanjutnya, korban di bawah ke RSUD Aeramo langsung di Kawal oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco bersama Camat Aesesa, Yakobus Laga Kota.
Setelah itu, kata Ipda Nur, jenasah korban dibawah menuju Ende untuk di berangkat ke kampung halamannya.*
Penulis: Arkadius Togo / Editor: Wentho Eliando









