MAUMERE, FLORESPOS.net-Tim Teknis Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (2/5/2023) memperbaiki Sistem Sirene Peringatan Dini Tsunami yang berlokasi di dekat Area Gereja Katedral Santo Yosef Maumere, Jalan Mgr. Soegiyopranoto Maumere. Mengapa Tim BMKG memperbaiki alat ini dan membunyikan sirene berkali-kali?
Pihak BMKG melalui Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG, A. Musa Julius didampingi Sekretaris BPBD Kabupaten Sikka, Karim kepada Florespos.net di sela-sela perbaikan sistem sirene peringatan dini tsunami, Selasa siang menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan karena peralatan yang ada mengalami kerusakan dalam beberapa bulan terakhir.
“Ini perbaikan sistem biasa. Karena alat yang ada mengalami kerusakan sistem. Semoga dengan perbaikan ini alat peringatan dini tsunami ini dapat difungsikan kembali sebagaimana mestinya,” kata Musa.
Pantauan Florespos.net, tim teknis pusat BMKG di antaranya Abdul Aziz, Yusup, dan Nicholas Siahaan serta tim teknis BMKG NTT M. Fahreza Adytya memanjat menara peringatan dini tsunami dan melakukan perbaikan sistem. Selama perbaikan berlangsung, sirene beberapa kali dibunyikan yang jangkauan bunyinya menggema ke seluruh pelosok Kota Maumere.
Tampak di lokasi perbaikan hadir Kepala BMKG Maumere, Ota W.J. Thalo dan staf; dan tim BPBD Sikka di antaranya Kanis Tapin, Emanuel Muda, dan Fany Regang.
Sebelum melakukan perbaikan sistem sirene, tim yang ditugasan secara khusus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas dengan menggunakan mobil dengan imbauan/sosialisasi agar warga tidak panik bila ada bunyi sirene selama proses perbaikan berlangsung.
Pemberitahuan kepada masyarakat luas tak hanya melalui kampanye lewat mobil, tetapi juga melalui sejumlah grup medsos untuk menyebarkan pesan edukasi dan pemberitahaun.
“Terkait Sirene Tsunami Maumere sementara kondisi rusak, saat ini tim sementara lakukan perbaikan, waktu perbaikan akan dicoba bunyi, mungkin Bapak Ibu akan mendengar bunyi sirene, jangan panik karena sementara perbaikan. Intinya bunyi sirene hari ini dalam ranga proses perbaikan alat sirene,” demikian isi pesan yang disampaikan melalui media sosial dan sosialisasi keliling dengan menggunakan mobil pada Selasa (2/5/2023).
Selama proses perbaikan sistem sirena peringatan din tsunami berlangsung terjadi bunyi sirene berkali-kali. Meskipun pihak BMKG sudah melakukan imbauan agar warga tidak panik, tetapi masih saja ada warga Kota Maumere yang sempat berlari saat bunyi sirene berlangsung, tetapi berkat bantuan warga yang sudah mendengarkan pemberitahuan BMKG, maka kepanikan warga bisa dicegah dan diatasi.
Sementara dalam agenda yang diterima Florespos.net menyebutkan selama tim BMKG berada di Kabupaten Sikka, mereka melakukan beberapa kegiatan.
Kegiatan itu di antaranya audiensi sosialisasi potensi Gempabumi dan Tsunami di Aula Pemkab Sikka; Pembekalan Informasi WRS New Generation BMKG di Lobby Gedung Sikka; Briefing Persiapan Simulasi Gempabumi Kuat di Sirine Maumere; simulasi Gempabumi dan Tsunami di Halaman Area Katedral Sikka; dan susur jalur ke Gelora Samador.*
Penulis: Wall Abulat/Editor: Anton Harus










