MAUMERE, FLORESPOS.net-Bupati Sikka melepas kontingen olahraga pelajar yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026 yang akan berlangsung di Kota Kupang.
Bupati Sikka menanyakan atlet dari setiap cabang olahraga terkait pretasi yang diraih sebelumnya apakah meraih medali emas, perak atau perunggu dan apa target dalam POPDA ke VIII tahun 2026 ini.
“Selamat berjuang terhadap semua atlet pelajar dan pelatih. Yang dapat emas harus mempertahankan.Harus target mendapat medali emas lebih banyak dari tahun sebelumnya,” pesan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, Rabu (21/10/2026).
Juventus menekankan agar harus didiskusikan terlebih dahulu apa target yang akan dicapai dan minimal harus menargetkan meraih medali emas dalam POPDA NTT kali ini.
Dalam POPDA NTT sebelumnya Kabupaten Sikka menempati peringkat ketiga dengan meraih 7 medali emas, 12 perak dan 8 medali perunggu sehingga diharapkan raihan medali emasnya bisa meningkat.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka, saya menyampaikan selamat berjuang kepada seluruh atlet pelajar yang akan membawa nama Kabupaten Sikka dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur ini,” ucapnya.
Juventus mengatakan, keikutsertaan dalam POPDA bukan sekadar untuk mengejar medali atau meraih kemenangan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, serta semangat juang generasi muda Kabupaten Sikka.
Ia menyebutkan, para atlet elajar ini adalah putra-putri terbaik yang telah dipersiapkan untuk mewakili daerah.
Karena itu, bertandinglah dengan penuh percaya diri, junjung tinggi sportivitas, hormati lawan, patuhi arahan pelatih, dan berikan kemampuan pertandingan. terbaik dalam setiap pertandingan.
“Ingatlah, kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang keberanian untuk berjuang, ketangguhan menghadapi tantangan, dan kehormatan dalam bertanding,” pesannya.
Kepada para pelatih, official, dan pendamping, Juventusa berpesan agar terus memberikan motivasi, pendampingan, serta memastikan kondisi fisik dan mental para atlet tetap terjaga.
Pesannya, utamakan kesehatan, keselamatan, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh anggota kontingen.
Kepada perangkat daerah terkait, dirinya berharap pembinaan olahraga pelajar terus diperkuat secara berkelanjutan.
“POPDA harus menjadi bagian dari upaya kita membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini, sehingga Kabupaten Sikka mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing pada tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.
Juventus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan olahraga sebagai sarana pembentukan karakter, pengembangan generasi muda, serta kebanggaan daerah.
Ia meminta agar berangkatlah dengan tekad yang kuat, bertandinglan dengan hati yang tulus, dan pulanglah dengan membawa pengalaman, prestasi, serta kebanggaan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka.
“Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa atlet-atlet pelajar Kabupaten Sikka mampu berprestasi,” harapnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pembangunan prestasi aktif olahraga pelajar Kabupaten Sikka.
Patris sapaannya mengatakan, kegiatan POPDA ini untuk menyeleksi tim pelajar Kabupaten Sikka yang akan dipersiapkan pada multi event olahraga pelajar di tingkat wilayah Provinsi NTT dan nasional pada event Pekan Pola Raga Pelajar Nasional.
“Kegiatan POPDA NTT ke delapan ini diikuti oleh 87 atlet pelajar dan pelatih.Yang dibiayai oleh Dinas PKO sesuai SK Bupati Sikka sebanyak 37 orang dari 6 cabang olahraga dan yang biaya mandiri sebanyak 50 orang,” paparnya.
Atlet pelajar Kabupaten Sikka yang turun bertanding dalam POPDA VIII tahun 2026 terdiri atas 6 cabang olahraga yakni taekwondo,karate, kempo, silat, tinju dan atletik.
Atlet taekwondo 18 pelajar dan pelatih 2 orang,karate 10 atlet dan 3 pelatih,kempo 12 atlet dan 5 pelatih, silat 16 atlet dan 4 pelatih, tinju ada 9 atlet dan 2 pelatih serta atletik terdiri atas 5 atlet dan seorang pelatih.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










