Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende - FloresPos Net

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Petugas parkir dan para pengemudi atau supir yang keseharian melayani penumpang di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait peristiwa yang terjadi pada Selasa (11/8/2026) siang.

Terkait peristiwa tersebut sebelumnya seorang pria bernama Febrianus Yakob Bunga alias Jek mengaku dikeroyok oleh supir setelah dirinya bersitegang dengan petugas parkir dan para supir.

Jek juga telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke SPKT Polres Ende dan berharap masalah ini diproses.

Terkait dengan hal tersebut petugas parkir dan supir Bandara Ende memberikan klarifikasi dan membantah pernyataan Jek terkait peristiwa tersebut kepada wartawan, Rabu (12/8/3026) siang.

Mereka mengatakan pernyataan Jek tidak benar dan menutupi kesalahannya. Para supir juga membuat laporan ke polisi atas peristiwa tersebut.

Menurut para supir mereka juga melaporkan ke polisi karena Jek lebih dulu memukul salah seorang supir saat penyelesaian masalah di ruang KP3 Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende.

Kepada wartawan di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, petugas parkir dan para supir menceritakan kronologis kejadian tersebut.

Imran Marjan, petugas parkir Bandara Ende menceritakan awalnya Jek datang memarkirkan mobil di depan tangga kedatangan terminal bandara sebelum pesawat landing.

Ia kemudian menegur dan menanyakan kepada Jek apakah mobil yang dikendarainya travel atau mobil pribadi.

‘Saat dia datang parkir di situ sebagai petugas parkir saya tegur dan menanyakan kepada dia. Saya tanya mobil ini travel atau pribadi. Dia jawab ke saya iya kadang travel kadang tidak”.

Setelah itu, kata Imran, dirinya menyampaikan kepada Jek bahwa jika travel maka silakan menunggu penumpang di luar area bandara.

Ia menahan mobil tersebut karena mobil travel dari luar tidak boleh mengambil penumpang di Bandara Ende. Hal ini telah disepakati bersama pemerintah, pihak Bandara Ende dan pihak terkait lainnya.

“Setelah dengar itu saya arahkan dia keluar tapi beliau ngotot dan paksa ambil dan muat bagasinya penumpang yang adalah seorang perempuan. Saat itu saya tahan mobilnya dan dia dorong dan mau pukul saya. Saya bilang kalau pak mau pukul saya silakan, saya hanya jalankan tugas”.

Baca Juga :  Harapan Udin, Juru Pelihara Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende

Saat itu Kata Imran, dia juga menyampaikan kepada Jek bahwa jika tidak puas dengan tegurannya maka langsung ke kantor Bandara Ende. Tetapi Jek tetap ngotot hingga para supir datang mendekati mereka berdua.

“Saat itu dia mati- matian ngotot dan teman-teman supir bandara lihat dia mau pukul saya maka mereka datang mendekat. Saat itu tidak ada reaksi apa-apa dan hanya adu mulut saja”.

Setelah itu ada petugas AVSEC datang dan meminta agar menyelesaikan di ruang KP3 Bandara. Saat dalam ruangan Jek tetap ngotot mempertahankan argumentasinya.

Imran juga mengakui baru pertama kali melihat Jek masuk di bandara Ende. Ia hanya menjalankan tugas karena sebelumnya Jek mengaku mobil yang dikendarainya kadang dioperasikan jadi travel.

“Saya pegangan omongannya, dia bilang mobil ini kadang travel. Kalau travel maka saya arahkan dia keluar karena travel tidak bisa jemput penumpang di Bandara Ende sesuai dengan kesepakatan bersama pemerintah, Bandara dan pihak keamanan”.

Penumpang perempuan yang hendak dijemput memahami itu dan mau jalan kaki keluar area bandara setelah diberikan penjelasan.

“Ibu itu paham dan mau jalan kaki keluar area bandara tapi dia yang ngotot. Lalu pernyataannya bahwa saya buka pintu mobil dan tarik paksa tas itu tidak benar,” kata Imran.

Dia yang Pukul Duluan

Sementara supir taksi bandara, Selmin Evison yang akrab disapa Renol yang dilaporkan oleh Jek ke Polres Ende atas kasus pengeroyokan menceritakan kronologis kejadian di ruang KP3 Bandara Ende.

Renol menceritakan bahwa saat dalam ruangan KP3 Bandara ia meminta waktu berbicara dan kemudian berbicara terkait masalah yang terjadi di area parkir.

“Saat bicara, gestur tangan tangan saya ikut mempertegas pernyataan. Dia anggap saya tunjuk dia dan langsung mendorong tangan saya selanjutnya mengayunkan pukulan ke pelipis saya”.

Baca Juga :  Pilkada Ngada, AP-MJ Nomor 1, Murni Nomor 2

“Pukulannya itu membuat saya terjatuh dan saat saya bangun langsung reaksi spontan membalas pukulannya. Di situ saya tidak tau lagi ada reaksi spontan dari teman – teman saat lihat dia pukul saya,” kata Renol.

Renol juga menyesalkan hal tersebut karena saat itu pihaknya ingin berbicara dengan kepala dingin menyelesaikan persoalan di area parkir namun Jek lebih dulu memukul dirinya.

“Sebenarnya kita mau omong baik – baik apa lagi di ruangan KP3, tapi dia yang pukul duluan maka kita juga reaksi. Dia langsung pukul saya punya tangan dan ayunkan tangan di pelipis saya. Saya jatuh di sofa dan teman saya peluk. Saat itu saya reaksi spontan balas pukulan. Kalau dia mengatakan banyak pukulan yang masuk saya tidak tau karena saat itu saya juga dalam keadaan sakit.”

Setelah kejadian di dalam ruangan KP3 Jek keluar dari ruangan menuju mobilnya. Saat itu tidak ada kejadian lagi hingga dia meninggalkan area bandara Ende.

Renol juga menanggapi soalnya dirinya sudah dilaporkan Jek ke Polres Ende. Dikatakannya bahwa dirinya juga sudah membuat laporan yang sama.

“Soal dia lapor, saya juga buatan laporan polisi karena dia pukul duluan. Saya juga visum. Setelah laporan ini kita menunggu proses selanjutnya,” katanya.

Pihak KP3 Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende menyampaikan saat kejadian pertama di area parkir pihaknya memanggil Jek dan petugas parkir serta supir ke ruangan dengan tujuan menyelesaikan persoalan itu. Namun saat sedang berbicara Jek memukul maka ada reaksi dari para supir.

Saat ini kedua pihak sudah saling lapor maka proses selanjutnya diserahkan ke Polres Ende.

Pihak KP3 mengharapkan agar semua pihak mematuhi aturan di bandara demi kepentingan dan kenyamanan bersama.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Berita Terbaru