ENDE, FLORESPOS.net-Febrianus Yakob Bunga atau yang akrab disapa Jek (46) mengaku ia dikeroyok sejumlah oknum pengemudi mobil taksi Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende di ruang KP3, Selasa (11/8/2026) siang.
Akibat dari pengeroyokan tersebut ia mengalami luka sobek di pelipis kanan dan harus berobat ke rumah sakit.
Peristiwa yang menimpah dirinya tersebut telah dilaporkan ke SPKT Polres Ende pada Selasa 11 Agustus 2026 dengan nomor LP/B/90/VIII/2026.
Ia berharap laporan ini diproses agar memberikan efek jera kepada pelaku karena bandara ruang publik yang sangat vital.
Usai melaporkan kejadian yang menimpa dirinya di Polres Ende, Febrianus Yakob menceritakan kronologis peristiwa tersebut.
Kronologis Kejadian
Kepada wartawan di kantornya yang beralamat di Jalan Banteng, Kelurahan Onekore, Kota Ende, Selasa (11/8/2026) malam ia mengatakan peristiwa itu dialaminya ketika dirinya ke bandara Ende menjemput sahabatnya yang baru turun dari pesawat.
Febrianus mengaku ke Bandara Ende menggunakan mobil kantor. Saat tiba di depan terminal bandara ia dicegat seseorang petugas yang mengenakan pakaian parkir.
Kata Febrianus, petugas itu menanyakan dirinya soal mobil yang dibawanya apakah mobil rental atau pribadi.
Pria yang akrab disapa Jek ini menjawab tidak mengetahui karena dirinya baru di Ende dan baru menggunakan mobil tersebut.
“Saya bilang saya kurang tahu karena ini mobil kantor, entah rental atau apa saya kurang tahu, saya juga baru pakai mobil ini,” kata Jek.
Setelah ia menjawab demikian petugas tersebut tetap melarang dirinya menjemput penumpang di area kedatangan.
“Setelah saya jawab seperti itu dia larang saya jemput penumpang dan bilang kawan saya yang baru turun pesawat itu harus berjalan kaki keluar dari area bandara baru naik mobil,” kata Jek.
Jek tak merespon dan mengikuti apa yang dikatakan oleh petugas dan tetap menjemput sahabatnya di area kedatangan.
Saat itu perdebatan antara keduanya terjadi. Jek kemudian mengalah dan berjalan ke area parkiran.
Saat itu sahabatnya sudah berada di area parkir. Jek kemudian meminta kerabatnya masuk ke mobil dan memasukkan barang bawaan ke dalam mobil.
Namun petugas parkir yang terus mengikuti malah membuka pintu mobil dan menarik tas sahabatnya. Mereka terlibat adu mulut lagi hingga tarik menarik tas.
Ketegangan antara keduanya dilihat para pengemudi mobil taksi bandara sehingga mereka datang mendekat.
Selang beberapa lama satu orang petugas bandara dan satu orang yang diduga polisi yang bertugas di bandara tersebut datang mendekati mereka.
Jek dan petugas sejak tadi berselisih tegang soal mobil tersebut apakah mobil pribadi atau mobil rental sehingga dirinya dilarang menjemput sahabatnya di area bandara diarahkan ke ruang KP3 dengan tujuan menyelesaikan persoalan.
Di ruang itu dirinya bersama seseorang yang diduga polisi, petugas dan para pengemudi mobil taksi bandara.
Menurut Jek, saat dirinya sedang menjelaskan kronologi kejadian, seorang sopir atau pengemudi mobil taksi bandara marah-marah sambil menunjuk jari ke arah wajahnya.
Jek kemudian menepis tangan sopir tersebut karena merasa tidak nyaman ditunjuk-tunjuk.
“Saking dekat jarinya dengan muka saya jadi saya tepis jarinya. Saya bilang bicara jangan tunjuk-tunjuk muka”.
Saat itu, kata Jek dirinya langsung dipikul sopir itu dan diikuti rekan- rekannya di ruangan KP3 Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende.
Jek kembali menegaskan pengeroyokan terhadap dirinya terjadi ketika dirinya masih berada di dalam ruang KP3.
Ia mengalami luka pada pipi kanan hingga mengeluarkan darah dan harus ke rumah sakit.
Ia mengaku selain luka di pelipis yang ia duga dipukul menggunakan kunci mobil atau cincin beberapa pukulan dengan tangan juga masuk ke kepala dan badannya.
Setelah dari ruangan ia masih diancam saat keluar dari ruangan KP3 Bandara Ende oleh para pengemudi.
“Saat saya keluar dia (pelaku) masih mendekat, masih mau gertak saya, katanya lagi saya ini provokator,” ujarnya.
Bahkan, setelah kejadian tersebut, Jek mengaku para pengemudi masih sempat melarang dirinya membawa kerabatnya meninggalkan area bandara.
Ia telah melaporkan peristiwa yang menimpah dirinya ke Polres Ende dan saat memberikan keterangan kepada petugas di SPKT Polres Ende, Jek mengaku masih merasakan sakit akibat kejadian tersebut.
Proses pemeriksaan sempat dihentikan karena kondisi Jek, kemudian dilanjutkan kembali setelah dirinya merasa lebih baik.
Jek berharap kasus tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan kejadian serupa tidak kembali terjadi di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende.
Ia juga meminta pihak pengelola bandara mengevaluasi kembali aturan mengenai penjemputan penumpang, khususnya terkait kendaraan yang hendak menjemput keluarga atau kerabat di area kedatangan.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










