Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram - FloresPos Net

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sempat menyentuh angka Rp.100 ribu per kilogram, kini pasaran cabe rawit di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) turun jadi Rp. 70 ribu/kg karena stok cukup.

Demikian Junalima, Warsiti, dan Maria menanggapi media ini di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, Senin (3/8/2026).

Ketiganya adalah penjual berbagai kebutuhan dasar masyarakat di pasar harian tersebut, seperti bawang merah, bawang putih, cabe, dan aneka sayur serta lain-lain.

Menurut Junalima, per hari itu, Senin (3/8/2026), stok lombok jenis cabe rawit, cukup, harga Rp. 70 ribu/kg. Sebelumnya harga bumbu dapur bercitarasa pedis (cabe keriting) yang dijualnya itu Rp. 100 ribu/kg karena stok terbatas.

Baca Juga :  RAPBD Manggarai Barat 2025 Rp. 1 Triliun Lebih

Demikian halnya harga bawang merah dan bawang putih yang dijualnya, juga kini turun. Bawang merah Rp. 30 ribu/kg, sebelumnya Rp. 40 ribu/kg.

Begitu pula bawang putih, kini Rp.40 ribu/kg, sebelumnya Rp.45 ribu/kg. Sepertinya stok mencukupi, kata Junalima.

Maria juga senada, khusus cabe rawit Rp. 70 ribu/kg, ujarnya tanpa merinci lebih jauh, sibuk melayani konsumen lain.

Senada juga diungkap Warsiti, khusus bawang putih Rp.35 ribu/kg. Khusus beras yang dijualnya, hingga kini pasaran masih stabil.

Di antaranya beras IR seharga Rp.13 ribu, beras ciherang Rp.14 ribu/kg, dan beras membramo Rp.15 ribu/kg. Ketiga jenis beras semuanya lokal-Mabar.

Baca Juga :  Pempus Diminta Tinjau Kembali OSS

Namun beras jenis yang sama, membramo, dari Sulawesi, harganya Rp. 16 ribu per kilogram, biaya angkut lebih mahal.

“Yang ini (membramo) harganya enam belas ribu per kilogram, ini dari luar kabupaten, dari Sulawesi. Ongkos angkutnya mahal. Sedangkan tiga jenis di atas ongkos angkut lebih murah, dari Lembor langsung Labuan Bajo,” komentar Warsiti yang sibuk melayani pembeli.

Tuti dan Nur, konsumen, pada kesempatan membenarkan harga beras selama ini masih stabil. Bawang merah, bawang putih, cabe rawit sekarang harga turun, ujar keduanya sambil berlalu. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara
Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 21:36 WITA

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

Rabu, 23 September 2026 - 17:25 WITA

Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata

Rabu, 23 September 2026 - 15:57 WITA

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka

Berita Terbaru

Deputi V BNPB dan Wabup gada,Bernadinus Dhey gebu.

Nusa Bunga

 BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:36 WITA