Meski Keterbatasan Akses Infrastruktur Jalan, Desa Nila Masuk Salah Satu Pionir KDMP di Ende - FloresPos Net

Meski Keterbatasan Akses Infrastruktur Jalan, Desa Nila Masuk Salah Satu Pionir KDMP di Ende

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende adalah salah satu desa di wilayah selatan Ende yang hingga saat ini belum bisa diakses melalui jalan darat.

Transportasi laut menjadi satu – satunya akses menuju desa itu dengan kondisi yang sangat memperhatikan.

Transportasi laut menggunakan kapal motor kayu ukuran dibawa sepuluh Gross Tonnage (GT) milik warga menjadi armada  pengangkut utama yang masih beroperasi hingga saat ini.

Di sana tak ada fasilitas dermaga yang layak, warga harus bertaruh nyawa menghitung ombak untuk melompat bersama barang bawaan ke batu – batu dibawa tebing yang mengerikan  untuk kembali ke rumah.

Situasi yang lebih menyayat hati terjadi baru – baru ini saat warga mengantar jenazah salah seorang warga Desa Nila dari Kota Ende untuk dimakamkan di sana, Minggu (1/2/2026) lalu.

Perjuangan warga Desa Nila jadi potret buram ketimpangan pembangunan, kebijakan pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah dan negara ini. Warga Nila masih jauh dari kata Merdeka dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Baca Juga :  Ini Jumlah Koperasi Berbadan Hukum di Ende, Ada yang Tidak Aktif Lagi

Pionir KDMP

Satu fakta menarik yang patut diapresiasi. Dalam situasi keterbatasan akses infrastruktur dasar, Pemerintah Desa Nila dan warga menyambut program nasional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) gagasan Presiden RI, Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

Desa Nila adalah salah satu desa bersama lima desa lainnya di Kabupaten Ende yang pertama menghadirkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atas inisiatif pemerintah desa dan warga.

Data dari Dinas Koperasi dan UMKM menyebutkan enam desa itu adalah Wolotopo, Nila, Lisepu’u, Aejeti, Ria Raja dan Ndetundora 3.

Kepala Desa Nila, Aleksius Sado saat dihubungi Florespos.net, Rabu (4/2/2026) terkait KDMP Nila mengatakan bahwa koperasi tersebut hadir atas inisiatif dari pemerintah dan warga.

Saat ini KDMP Nila beroperasi dengan dua skema usaha yaitu penjualan sembako dan simpan pinjam. Modal awal usaha ini dari anggota dan hingga saat ini masih menjalankan usaha di salah satu ruangan gedung kantor desa.

Baca Juga :  Sidang Tahunan KWI  Mewanti-Wanti Soal Pesta Demokrasi Tahun 2024

Aleksius mengatakan pemerintah desa dan warga berani mengambil keputusan menghadirkan KDMP Nila karena program tersebut merupakan program nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan akses transportasi.

“Kami hanya menjalankan semampu kami apa yang menjadi instruksi pemerintah pusat dan presiden ditengah keterbatasan akses transportasi”.

Aleksius mengatakan bahwa saat ini KDMP Nila masih menjalani skema bisnis penjualan sembako dalam skala kecil karena kesulitan distribusi barang dari kota ke desa.

“Kami hanya jualan sembako masih dalam jumlah kecil karena kondisi keterbatasan. Gerainya kami manfaatkan satu ruang di kantor desa”.

Ia berharap semangat warga menerima program nasional KDMP tersebut bisa diperhatikan oleh pemerintah.

“Ini adalah bagian dari semangat kami untuk hidup meski dalam keterbatasan akses. Semoga menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk membuka akses infrastruktur jalan di wilayah selatan”.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit
Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WITA

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA