Menyiasati Mitos Bangsa Korup(tor) - FloresPos Net

Menyiasati Mitos Bangsa Korup(tor)

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gebrile Mikael Mareska Udu

TAK bisa diingkari bahwa negara dengan kultur demokrasi jalan tengah yakni Pancasila (non-blok) turut merasakan kenyataan miris seputar masalah korupsi.

Korupsi telah menjadi budaya yang berkembang di kalangan bangsa ini seolah-olah sudah tidak bisa diubah lagi. Korupsi telah merasuki tidak hanya kalangan atas seperti leite politik tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Ditahannya tersangka korupsi Wakil Menteri ketenagakerjaan RI, Emanuel Ebenazer, dan mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim bisa dilihat sebagai sampel korupsi yang masih merajalela di bumi nusantara ini.

Kita mengakui bahwa reformasi 1998 sukses menggulingkan diktator yang berkuasa selama 32 tahun. Sayangnya mentalitas pra reformasi masih bertumbuh subur.

Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menjadi mimpi reformasi tidak benar-benar hilang. Nyatanya, cara-cara baru dalam praktik KKN menjadi kian massif dan tak terbendung lagi.

Baca Juga :  Menghidupkan Kembali Kemanusiaan

Dengan kata lain, jiwa reformasi ini hanyalah copy-an jiwa orde baru.
Rasa malu kita sebagai bangsa mungkin perlu dipertanyakan lagi. Berdasarkan indeks persepsi korupsi (CPI) Transparency International 2024, Indonesia berada di peringkat 99 dari 180 negara, dengan skor 37 dari 100.

Skor tersebut mengartikulasikan stagnasi atau kemunduran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga perhatian pemerintah sangat diperlukan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Dari sisi historis memang patut diakui bahwa budaya korupsi sudah terjadi sejak Kekaisaran Romawi ketika terjadi kasus penyuapan terhadap para hakim yang menduduki kursi peradilan.

Baca Juga :  Tentang Yoris Nono vs PSN Ngada: 'Terlalu Emosional Om, Saya Ambil Gambar Air Mata Mau Jatuh'

Dalam sejarah Mesir, Babilonia, Ibrani, India, Cina, Yunani, dan Romawi Kuno, praktik korupsi terjadi dalam bentuk dan aktivitas kepemerintahan. Sebut saja, Hammurabi (Babylonia), yang menjabat tahun 1200 SM, pernah memerintahkan aparaturnya untuk menyelidiki masalah penyuapan. Shamash (Raja Asiria) sekitar tahun 200 SM menghukum hakim yang menerima uang suap. Berbagai cerita lainnya juga menunjukkan bahwa sejarah korupsi sudah setua manusia (Susetyo, 2004)

Mentalitas Korupsi: Antara Privat dan Publik

Masalah korupsi di Indonesia bukan melulu masalah lemahnya administrasi melainkan masalah mentalitas yang terbentuk dalam diri elite politik. Sekali korupsi dilakukan, hal itu akan mendorong semangat manusia untuk seterusnya berbuat buruk, culas, tidak adil, jahat kepada sesama.

Berita Terkait

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Berita ini 117 kali dibaca
REDAKSI: Kami Menerima Artikel Opini Dilengkapi Biodata Singkat dan Foto Penulis. Dikirim Melalui Email: florespos@yahoo.co.uk atau redflorespos@gmail.com.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Rabu, 14 Okt 2026 - 11:08 WITA