Warga Ende Enggan Jadi KPPS di Pilkada, KPU Ungkap Penyebabnya dan Cari Solusi - FloresPos Net

Warga Ende Enggan Jadi KPPS di Pilkada, KPU Ungkap Penyebabnya dan Cari Solusi

- Jurnalis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ende sudah melakukan perekrutan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada 2024.

Dari Kebutuhan sebanyak 4.459 KPPS yang akan bertugas di 637 TPS di Kabupaten Ende hingga saat ini sebanyak 3.961 sudah mendaftar. KPU Kabupaten Ende masih kekurangan sebanyak 498 petugas KPPS.

Kondisi terkini ada anggota KPPS yang sudah direkrut namun ada yang mengajukan pengunduran diri.

“Terkait dengan rekrutmen KPPS sesuai dengan penetapan TPS maka kebutuhan KPPS sebanyak 4.459 orang yang akan bertugas di 637 TPS dengan rincian satu TPS ada 7 petugas KPPS. Kondisi hari ini kita belum capai target keterpenuhan”.

Demikian dikatakan oleh Kornelis Sumbi, Divisi Sidiklih, Parmas dan SDM KPU Ende kepada wartawan di kantor KPU Ende Jalan Durian, Kelurahan Mautapaga, Ende Timur, Selasa (8/10/2024) sore.

Kornelis mengatakan kekurangan anggota KPPS adalah fenomena baru yang dihadapi oleh KPU pada pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

“Biasanya orang ramai-ramai ikut daftar jadi KPPS tetapi kali ini berbeda. Sejak kita buka pendaftaran dari 17-28 September sebanyak 3.961 orang yang daftar padahal kebutuhan KPPS sebanyak 4.459 orang,” katanya.

Baca Juga :  Cita-Cita  SMPN 4 Langke Rembong Jadi Juara Umum untuk Lomba Olimpiade Berikutnya

Setelah menutup pendaftaran KPPS, KPU Ende melakukan evaluasi dan mengidentifikasi lapangan dan alasan warga Ende enggan mendaftar jadi KPPS.

Salah satu alasan warga Ende tidak mendaftar jadi KPPS khususnya di desa yaitu topografi yang sulit. Masalah topografi menjadi penyebab warga enggan mengeluarkan biaya untuk mengikuti pendaftaran.

Alasan kedua yaitu pendaftaran KPPS momennya bertepatan dengan pembukaan pendaftaran CPNS dan PPPK sehingga mereka lebih fokus mendaftar dan melengkapi berkas- berkas mengikuti tes CPNS dan PPPK dari pada mendaftar sebagai KPPS.

Alasan ketiga soal insentif atau honor dari petugas KPPS di Pilkada tahun 2024. Pada Pilkada tahun 2024 petugas KPPS menerima insentif sebesar Rp 850.000 dan ketua KPPS sebesar Rp 900.000. Insentif tersebut diberikan berdasarkan SK Gubernur.

Dengan besaran insentif tersebut KPPS bekerja maksimal dua hari yaitu pada hari pencoblosan dan dilanjutkan dengan perekapan pada hari kedua hingga droping kotak suara.

“Masalah insentif jadi salah satu penyebab karena pada pemilu Pilpres dan Pileg kemarin mereka menerima insentif diatas satu juta. Pada Pilkada insentifnya seperti itu karena beban kerja KPPS lebih ringan dan juga disesuaikan dengan kondisi keuangan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Nangapanda Ende Keluhkan Ketiadaan Lampu di Jalan Negara, Anwar: Kami Salah Apa

Solusi yang Dilakukan KPU Ende

Kornelius Sumbi mengatakan untuk mengatasi hal tersebut maka KPU Ende mengambil langkah dengan cara redistribusi anggota KPPS dari TPS terdekat dalam satu wilayah desa untuk mengatasi kekurangan di TPS yang lainnya.

Jika solusi itu tidak mencapai keterpenuhan target maka KPU mengambil langkah penunjukan langsung tokoh masyarakat
atau aparat pemerintah setempat.
Solusi penunjukan langsung sudah dikordinasikan dengan Panwascam dan pengawas desa kelurahan.

“Untuk penunjukan langsung kita akan lihat kemampuan dan integritas dari yang bersangkutan serta tidak terafiliasi menjadi tim sukses di paslon tertentu. Intinya kita melihat orang yang memiliki kemampuan dan memenuhi syarat sebagai seorang petugas KPPS,” katanya.

Jika solusi kedua juga tidak mampu mengatasi kekurangan anggota KPPS maka KPU akan bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan lembaga Non Governmental Organization (NGO). Karena KPU Ende memastikan pada 7 November 2024 masalah kekurangan KPPS harus sudah diselesaikan.

“Kita akan cari solusi dengan tiga skema itu dan pada 7 November 2024 masalah KPPS harus sudah diselesaikan,” katanya. *

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 398 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru