MAUMERE, FLORESPOS.net-Provinsial SSpS Flores Bagian Timur, Sr. Ines Surat Lanan, SSpS dalam sambutan acara peresmian unit Hemodialisa Rumah Sakit (RS) Santo Gabriel Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (1/6/2024), menawarkan tiga jenis tindakan yang disingkat APP.
APP yang ditawarkan sejatinya muatan yang menjadi berkat bagi para pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Ketiga jenis tindakan itu, yakni A: Asuhan Keperawatan, P1: Pendampingan Psikologis dan P2: Penguatan Spiritual.
Menurut Sr. Ines, tindakan asuhan keperawatan sudah pasti dilakukan para dokter dan perawat professional sesuai standar pelayanan hemodialisa. Namun tindakan yang paling penting yang mesti dilakukan adalah pendampingan psikologis dan penguatan spiritual.
Sr.Ines menawarkan agar para dokter dan perawat perlu dibekali dengan kemampuan sederhana untuk pendampingan psikologis sederhana bagi para pasien.
Sedangkan tindakan penguatan Spritual dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan membantu mereka menerima terapi yang dilakukan dalam konteks rencana dan kehendak Tuhan.
Rumah sakit juga perlu membangun kerjasama dengan rumah sakit, klinik atau lembaga lain yang memiliki layanan pendampingan psikologis dan spiritual untuk membantu pendampingan yang lebih efektif dan untuk menjamin peningkatan kualitas hidup spiritual mereka.
“Pendampingan psikologis, penguatan spiritual sederhana bisa dilakukan oleh para dokter dan perawat juga unit pastoral care bagi para pasien cuci darah. Karena gangguan psikologis bisa juga menghambat proses terapi yang dilakukan juga penguatan spiritual perlu dilakukan agar pasien mampu menerima rencana dan kehendak Tuhan atas dirinya. Kita perlu bekerjasama dengan lembaga lain untuk mewujudkan tujuan ini,’’ kata Sr. Ines.
Sr. Ines menambahkan, APP akan menjadi ikon yang menjadikan klinik Hemodialisa RS Santo Gabriel Kewapante menjadi klinik yang berani tampil beda dari klinik Hemodialisa yang lain.
“Mari kita satu hati, kuatkan komitmen menjadikan APP sebagai ikon klinik hemodialisa RS Santo Gabriel Kewapante,’’ kata Sr. Ines penuh harap.
Sementara itu Direktur PT Masa Cipta Husada, Andreas Japar, menginformasikan, PT Masa Cipta Husada sudah mendirikan 46 unit pelayanan Hemodialisa yang tersebar dari Aceh sampai Timika-Papua.
Andreas mengatakan, pihaknya mempunyai hati yang tulus untuk melayani sesama yang membutuhkan namun yang masih kurang dalam pelayanan selama ini adalah pelayanan rohani bagi para pasien.
“Kami punya hati untuk melayani. Sudah banyak unit pelayanan cuci darah yang dibangun namun yang masih kurang adalah pelayanan rohani bagi para pasien. Ini akan menjadi cita-cita dan harapan kami kedepan. Saya harap agar RS. Santo Gabriel mampu mewujudkan hal ini demi pelayanan yang lebih baik bagi para pasien,’’ kata Andreas. *
Kontributor: Yasintha Ota I Editor: Wentho Eliando










