Obor Mas Satu-Satunya Kopdit di Indonesia Masuk SLIK Otoritas Jasa Keuangan - FloresPos Net

Obor Mas Satu-Satunya Kopdit di Indonesia Masuk SLIK Otoritas Jasa Keuangan

- Jurnalis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 07:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Ketua Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Aleksius Bertolomeus mengemukakan bahwa Obor Mas merupakan satu-satunya Kopdit di Indonesia yang menerapkan Sistem layanan informasi keuangan  (SLIK) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan ((OJK).

“Obor Mas adalah satu-satunya koperasi yang masuk dalam SLIK OJK di Indonesia,” kata Aleksius Bertolomeus dalam sambutannya saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-40 Kopdit Obor Mas di Aula Heinrich Puskopdit Swadaya Utama Maumere Jumat (31/5/2024).

RAT yang dibuka oleh Penjabat Bupati Kabupaten Sikka Adrianus F, Parera, S.E, M.Si ini mengusung tema “Meningkatkan Partisipasi Anggota Melalui Pendidikan serta  memberdayakan kelompok  Sahabat Obor Mas untuk mewujudkan KSP Kopdit Obor Mas yang Sehat, Aman, Unggul  dan Berdaya Saing Tinggi”.

Aleksius mengemukakan bahwa Kopdit Obor Mas menerapkan sistem layanan kredit yang benar karena koperasi ini sudah menerapkan sistem Inforasi Debitur (Ideb) dan Sistem layanan informasi keuangan (SLIK) di bawah pengawasan OJK.

Baca Juga :  Pasca Erupsi Gunung Lewotobi, Dinkes Sikka Terjunkan Tim Layani Warga dari Rumah ke Rumah

“SLIK OJK ini memberi informasikan kepada lembaga keuangan atas informasi  calon peminjam di mana prosedurnya dianalisis secara jelimet.Khusus gerakan Kopdit di Indonesia hanya KSP Obor Mas yang masuk dalam sistem. Seluruh CU  se Indonesia hanya Obor Mas masuk dalam sistem,” katanya.

Menurutnya, Obor Mas besar karena mengikuti prinsip koperasi yang benar  dan melakukan pengelolaan perkreditan yang aman dan  benar serta mengedepankan prinsip kehati-hatian tanpa mengabaikan tujuan CU untuk mensejahterakan anggota.

“Obor Mas besar karena mengikuti prinsip koperasi yang benar  dan melakukan pengelolaan perkreditan yang aman dan benar serta mengedepankan prinsip kehati-hatian tanpa mengabaikan tujuan CU untuk mensejahterakan anggota,” katanya.

Meskipun demikian, Aleksius meminta semua komponen Kopdit Obor Mas untuk selalu menjaga kepercayaan dan bekerja secara sesuai regulasi sehingga kredit tidak macet.

Baca Juga :  14 SPPG Sudah Beroperasi, Layani 31 Ribu Siswa di Ende

Obor Mas besar karena mengikuti prinsip koperasi yang benar  dan melakukan pengelolaan perkreditan yang aman dan benar serta mengedepankan prinsip kehati-hatian tanpa mengabaikan tujuan CU untuk mensejahterakan anggota.

“Cipatakan hubungan yang harmonis sehigga fungsi dan tugas bisa berjalan dengan baik antara pengurus, pengawas, manajemen dibutuhkan kebersamaan dalam kegiatan kita dan pendidikan terus menerus kepada anggota sehingga saling mengisi mengasuh, mengasah dan mengasih sehingga ide-ide positif, kreatif dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Sementara Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Markus Menando dalam laporannya antara lain membeberkan perkembangan usaha Kopdit Obor dan kemudahan persayatan untuk meminjam di mana yang meminjam hanya anggota, dan yang bersangkutan harus memiliki usaha. *

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban
Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok
Berita ini 405 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:34 WITA

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WITA

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban

Senin, 21 September 2026 - 21:01 WITA

Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya

Senin, 21 September 2026 - 19:54 WITA

Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan

Senin, 21 September 2026 - 19:40 WITA

Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih

Berita Terbaru