Cinta Vs Kentut Sosial - FloresPos Net

Cinta Vs Kentut Sosial

- Jurnalis

Rabu, 1 Mei 2024 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Gerald Bibang

KENAPA engkau ngos-ngosan parah begini, what’s wrong with you

Gak ada yang salah; aku sudah lelah bertanya kesana kemari, di manakah puncak-puncak kehidupan; di Jakartakah, IKN kah atau sirekap pilpreskah?

Pertanyaanmu ngeres; Jakarta, IKN dan pilpres, memang-nya mereka puncak-puncak kehidupan?

Itu pertanyaanku, mengapa diulangi lagi

Iniku jawab ya: puncak-puncak kehidupan adalah keindahan

Bukan benda? uang? kuasa? Pangkat besar? Atau kekayaan?

Bukan, bukan!

Wah sangat abstrak!

Ohhh, jangan salah; yang abstrak itu justru yang paling konkrit

Ayo ayo waeeee Anda ini, okey-lah; kalau begitu, apa yang paling indah dalam kehidupan?

Cinta!

Hah, cinta?

Yah, cinta; yang terindah dalam kehidupan adalah jika engkau mengalami cinta

Kenapa cinta?

Krn cinta adalah kehidupan, bukan kematian, bukan peniadaan

Kalau kebencian dan pengkhianatan?

Oh, itu lawan dari keindahan; itu adalah pembunuhan kehidupan tanpa sembilu dan pedang

Apa syaratnya agar bisa meraih keindahan?

Engkau harus menjadi benar-benar seorang manusia

Hah, Anda waras?

Masih, masih waras!

Look, aku ini Anda kira siapa? manusiakan? Bukan asukan?

Benar! Engkau manusia tapi belum benar-benar manusia, maka belum menggapai puncak kehidupan

Aku belum manusia?

Yah, engkau belum benar-benar manusia; status dan tampangmu memang manusia; engkau manusia yang berada di tingkat satu; engkau seperti robot-robot kaku; engkau mengutamakan kenikmatan jasmaniah sebagai segala-galanya dalam hidupmu; habis makan, tidur, ngeseks, senang-senang, makan, kerja, berkuasa, tidur, bangun, makan, ngeseks, berputar-putar di lingkaran itu, dan itu semua engkau anggap puncak-puncak kehidupan

Apa ciri-ciri manusia tingkat satu itu

Mudah mencirikannya; mereka adalah robot dan benda-benda yang bergerak; prinsip mereka begini: etika untuk apa, cukuplah dibuang ke tempat sampah! kalau pasal-pasal dan hukum membenarkan meskipun engkau langgar etika berat, maka engkau dibenarkan dan tidak bersalah; sama seperti kalau engkau kentut dan menguap kental membaui seluruh ruangan, maka selama belum ada pasal yang membuktikan kentut itu ada dan ketika kentutmu itu tidak dapat dibuktikan, maka dinyatakan kentutmu tidak pernah ada, meskipun baunya nyengat seluruh ruangan; engkau dinyatakan sebagai manusia super sopan karena tidak terbukti buang kentut

Baca Juga :  PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: 'Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan

Wah biadab betul itu namanya! Pantesan selama ini yang aku dapatkan ialah persaingan, kebencian, pengkhianatan, kebohongan serta tipu tapu atau bau-bau kentut sosial politik dan sejenisnya

Hahahaha, ini baru, suka dengan istilahmu: kentut sosial politik

Ya iyalah, bansos menjelang Piplres itu apa, kentutkan? Keputusan EmKa yang meloloskan ponakan sang paman Usman, itu kentut jugakan? Mobilisasi lurah, PNS, tentara dan polisi mengarahkan ke calon tertentu, itu kentutkan? Bau nyengatnya menyeruak keseluruh negeri, tapi dinyatakan mahkamah tidak terbukti dan tidak ada pasal-pasal membuktikan kentut itu, yah, semuanya dinyatakan sah lalu diketok palu, tok tok tok; asu gak itu, iyahkan?

Yah, yah, yah, so what’s next

Sudah, sudah! Aku mau menjadi benar-benar manusia sekarang; bagaimana acaranya

Jadilah manusia yang mencinta, yang memiliki kepekaan terhadap orang lain, yang menjadi pribadi welas asih dan peduli; dan jika sudah peka, engkau akan luwes, tepo seliro, maka engkau bisa menempatkan dirimu dengan keadaan di mana pun engkau berada; di situ-lah engkau layak disebut INSAN, yaitu MANUSIA yang mampu menyeimbangkan dua dimensi: lahir dan batin, raga dan jiwa, dunia dan akhirat, kemanusiaan dan ketuhanan; jadilah engkau yang tahu diri atau dengan istilah moderennya positioning awareness-mu, sangat tinggi; kesadaran itulah yang membentuk perilakumu dalam setiap keadaan

Ohhhh, paham, paham; intinya ialah cinta, benarkah demikian?

Benar, benar

Bagaimana jika sebaliknya

Tentu yang terjadi sebaliknya dari cinta; apa pun yang engkau lakukan adalah bentuk lain dan halus dari tindakan ‘mematikan’ dan ‘meniadakan’ orang lain; mungkin engkau jadi kaya raya dan berkuasa besar jadi presiden bertahun-tahun tetapi jika engkau memperolehnya tidak dengan cinta, misalnya dengan main curang dan korupsi, maka engkau sejatinya telah mematikan orang lain; intinya, kalau engkau kehilangan kepekaan terhadap keindahan, engkau tidak menemukan apa-apa di dunia; perutmu mungkin buncit dan kenyang karena makan enak, kepalamu bongsor karena besarnya kekuasaan dan kekayaan yang engkau punya, tetapi semuanya itu, percayalah, tampak gagah tapi sebenarnya keropos dari dalam

Baca Juga :  Ini Jumlah Penerima Bantuan Pangan Beras Tahap 3 di Ende, Mulai Disalurkan di 3 Kecamatan

Di mana bisa didapatkan keindahan seperti itu

Yah, carilah sebisa-bisamu; temukanlah keindahan di dalam keadaan apapun yang engkau terima dari kehidupan; apa saja akan indah kalau engkau memang mencarinya

Dengan cara apa?

Ya tadi itu, mencinta dan mencinta; toh gak ada ruginya, gak ada salahnya; niatkan semuanya setiap pagi ketika matamu menyongsong fajar pagi

Misalnya?

Mulai dari hal kecil; siapa yang setia kepada perkara kecil akan diberikan kebahagiaan pada hal-hal besar; bisa juga dengan pertanyaan kepada dirimu sendiri misalnya: bisakah saya menumbuhkan kerendahan hati di balik kebanggaan-kebanggaan, kekuasaan besar dan kekayaan yang sudah dimiliki?

Masih tersediakah ruang di hati dan di akal saya untuk sesekali berkata pada diri sendiri, bahwa yang salah bukan hanya mereka, tapi diriku juga?

Apa hak saya hidup berlebihan sementara lebih banyak orang di sekitarku hidup susah, berkeringat banting tulang untuk sesuap nasi saja sangat susah, padahal saya dan mereka adalah anak-anak sah dari rahim bumi pertiwi Indonesia dan berhak hidup layak makan minum dari tanah bumi Indonesia?

Wah, kalimat-kalimat ini seperti sedang mengikuti rekoleksi prapaskah

Hahahahahaaaa….itu hanya contoh saja

Gak gampang dong menjadi benar-benar manusia

Apa yang sulit? Semua potensi itu sudah ditaruh kedalam diri setiap manusia; tinggal mau menggunakannya atau tidak; menurut bahasa agama, semua kemampuan itu sudah dianugerahkan Allah kepadamu

Oh iyahya

Okey-lah, selamat menuju puncak-puncak kehidupan, selamat menikmati keindahan! ingat, hidup ini einmalig!

Apa itu einmalig!

Artinya, satu kali, tak terulang lagi; seperti anak sungai mengalir hilir tanpa arah kembali

Wah, yang terakhir itu indah: mengalir hilir tanpa arah kembali.

GNB (gnb:tmn aries: jkt: penghujung april 2024)

Berita Terkait

Pulihkan Keceriaan Anak Pasca-Gempa, Tim JPIC SSpS Gelar Trauma Healing di SDK Ende 2
Pasca Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo
BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara
Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:26 WITA

Pulihkan Keceriaan Anak Pasca-Gempa, Tim JPIC SSpS Gelar Trauma Healing di SDK Ende 2

Kamis, 24 September 2026 - 12:29 WITA

Pasca Gempa NTT, Dompet Dhuafa Siapkan 100 Rumah Sementara dan Renovasi Sekolah di Nagekeo

Rabu, 23 September 2026 - 21:36 WITA

BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:36 WITA

Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

Berita Terbaru

Deputi V BNPB dan Wabup gada,Bernadinus Dhey gebu.

Nusa Bunga

BNPB Minta Pemda Ngada Segera Tuntaskan Pembangunan Huntara

Rabu, 23 Sep 2026 - 21:36 WITA