Cari Buah Srikaya, Siswi SD di Kota Mbay Tenggelam di Parit Irigasi - FloresPos Net

Cari Buah Srikaya, Siswi SD di Kota Mbay Tenggelam di Parit Irigasi

- Jurnalis

Sabtu, 23 Maret 2024 - 16:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net– Ella Syahira Banda (9), siswi kelas III SD di Kota Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia.

Ella ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di parit Irigasi Tehnis Bendungan Sutami Mbay Dam, Sabtu (23/3/2024).

Bocah itu tercebur ke parit itu, tepatnya di belakang rumah orang tuanya. Korban diduga terpeleset dan tenggelam saat menyebrang jembatan yang terbuat dari bambu. Ella ditemukan sekitar pukul 10.00 wita.

Kakak korban, Zidane Usman Banda (11) siswa SD kelas VI menceritakan dia mengajak adiknya Ella mencari buah kanona (srikaya) di seberang saluran irigasi teknis di Bendung Sutami, belakang rumah orangtuanya.

Baca Juga :  Keluarga Korban Laka Lantas Lapor Dugaan Penganiayaan Berat di Polres Nagekeo

Menurut dia, pada saat menyebrang di jembatan bambu belakang rumahnya adiknya menyebrang parit dan terpeleset jatuh di bawah parit irigasi.

Dia berusaha menolong adiknya, tapi arus airnya terlalu deras. Dia lalu lari ke rumah sambil menangis menyampaikan kepada orangtuanya kalau adiknya jatuh dan tenggelam di parit irigasi Bendung Sutami Mbay.

Zidane melanjutkan, sekitar pukul 10.05 Wita, keluarganya bersama masyarakat sekitar Desa Nggolo Mbay langsung mencari korban.

Informasi yang dihimpun Florespos.net, keluarga dan masyarakat bersama-sama mencari sepanjang irigasi menyusuri aliran irigasi sapanjang sekitar 3 kilometer. Tetapi hasilnya masih nihil dan belum ketemu korban karena arus air irigasi deras.

Baca Juga :  Final, ETMC 2025 Kembali ke Ende

Mereka pun meminta penjaga pintu air untuk menutup pintu air demi mengurangi arus air di irgasi sehingga proses pencarian bisa maksimal.

Pada pukul 12.10 Wita, keluarga korban dan masyarakat bersama TNI, Polisi dan BPBD Kabupaten Nagekeo mencari menyusuri sepanjang parit irigasi.

Akhirnya korban ditemukan tersangkut di pinggir parit dan tidak mengenakan pakaian.

Setelah ditemukan, korban langsung di bawah ke Rumah Sakit Aeramo dengan menggunakan ambulance untuk melakukan tindakan medis.

Namun korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia karena gagal pernapasan. Ayah korban, Ahmad Banda menerima kematian putrinya itu sebagai musibah keluarga. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam
Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola
Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat
WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis
Bupati Sikka Ingatkan Bank NTT Bangun Komunikasi dengan Semua Pihak
Cross Way Putus, Akses ke Tiga Desa di Manggarai Timur Lumpuh
Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG Flores Timur, Ogie Silimalar: Cek Kesehatan Gratis, Pintu Masuk Deteksi Penyakit
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WITA

Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:05 WITA

Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:46 WITA

WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA