Uskup Sipri Amat Konsern dengan Pembentukan Keuskupan Labuan Bajo - FloresPos Net

Uskup Sipri Amat Konsern dengan Pembentukan Keuskupan Labuan Bajo

- Jurnalis

Kamis, 23 November 2023 - 19:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Uskup Diosis Ruteng, Mgr. Sipri Hormat amat konsen dengan upaya pembentukkan Keuskupan Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT.

Keuskupan baru itu merupakan pemekaran dari Keuskupan Diosis Ruteng yang membawai tiga kabupaten di Manggarai raya.

Komitmen tinggi Uskup Sipri bisa diketahui dengan pelbagai persiapan serius yang dilakukan sejak pencanangan pembentukan Keuskupan Labuan Bajo pada pertemuan para imam projo di rumah retret, Wae Lengkas, Ruteng, akhir Maret 2022 lalu, hingga sekarang ini.

Ide konkret itu lahir dari keputusan Sinode III Keuskupan Ruteng tahun 2021 tentang perlunya pemekaran Keuskupan Ruteng.

Uskup Sipri yang dihubungi wartawan terkait dengan perkembangan pembentukan Keuskupan Labuan Bajo, menyilakan wartawan menemui Direktur Puspas Rm. Marthin Chen Pr.

Direktur Puspas Rm. Marthin yang ditemui wartawan, Kamis (23/11/2023) mengatakan, segala sesuatu yang dilakukan dalam proses pembentukkan Keuskupan Labuan Bajo, selalu dalam arahan Uskup Sipri.

“Uskup Sipri amat konsern dan berkomitmen tinggi dalam upaya menjadikan satu  keuskupan baru itu. Arahan dan diikuti dengan petunjuk konkret di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  1.322 PPPK Paruh Waktu di Manggarai Barat Mulai Kerja 2026

Upaya konkret yang telah dilakukan seperti pembuatan proposal usulan pembentukkan Keuskupan Labuan Bajo ke Vatikan di Roma tahun 2021.

Respons atas proposal dari Keuskupan Ruteng itu positif. Dan, malah proposalnya  sudah diterima Propaganda Fide di Vatikan.

Menurutnya, menyusul proposal itu, dilakukan persiapan konkret di lapangan seperti dokumen-dokumen, tanah Keuskupan, sarana, dan fasilitas untuk keuskupan baru.

Uskup Sipri, demikian Direktur Puspas Rm. Marthin, sudah jauh mempersiapkannya. Malah, personalia telah disiapkan pula yang  nantinya langsung bekerja ketika resmi terjadi pemekaran keuskupan itu.

Draf struktur dan personalia telah dirancang. Dan, malah beberapa orang telah dikirim studi khusus dalam pelbagai bidang keahlian di antaranya  hukum gereja, Islamologi, studi pastoral, dan lain-lain.

“Semua telah dan sedang dilakukan pelbagai persiapan konkret. Dengan itu, ketika waktunya tiba keuskupan baru bisa langsung jalan,”katanya.

Baca Juga :  Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Belakangan ini, lanjut Direktur Puspas Rm. Marthin, persiapan fokus pada sarana dan fasilitas untuk keuskupan baru, yakni rumah keuskupan. Sekarang ini sedang dalam pengerjaan.

Ditanya tentang pusat keuskupan baru tersebut, Rm. Chen menjelaskan, bahwa pusatnya di Paroki Roh Kudus Labuan Bajo.

Rumah keuskupan terletak di sekitar pusat Paroki Roh Kudus. Di situ  juga nanti akan dibangun gereja Katedralnya.

Pusat Keuskupan berada di Paroki Roh Kudus Labuan Bajo itu merupakan keinginan Nuntius agar pusat keuskupan tidak keluar dari Kota Labuan Bajo.

Vikjen Keuskupan Ruteng, Rm. Alfons Segar dalam pernyataan resminya di media Katoliku_Keren, beberapa waktu lalu mengatakan, realisasi pemekaran Keuskupan Labuan Bajo, belum bisa dipastikan kapan waktunya.

“Untuk umat atau siapapun diharapkan untuk terus berdoa agar rencana dan wacana pembentukan keuskupan baru itu bisa segera menjadi kenyataan,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)

Rabu, 23 September 2026 - 15:57 WITA

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

Berita Terbaru