RUTENG, FLORESPOS.net-Festival religius yang dicanangkan Keuskupan Ruteng, NTT, tidak asal dilakukan, melainkan upaya nyata dan serius menghadirkan iman di tengah dunia.
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, Rm. Marthin Chen Pr, ketika berkhotbah pada misa pembukaan Festival Golo Curu dan bulan Rosario untuk Kota Ruteng, Minggu (1/10/2023) menjelang malam, menegaskan bahwa ada makna dalam dari pelaksanaan festival yang dicanangkan Keuskupan Ruteng.
“Festival tak asal diadakan. Festival sengaja diadakan dalam upaya menghadirkan iman di tengah dunia,” katanya.
Karena itu, selama pelaksanaan festival banyak kegiatan diadakan. Untuk aspek ekonomi, dalam festival ada pameran usaha kecil, menengah dari umat, siapa saja atau lembaga-lembaga. Upaya menghidupkan roda perekonomian.
Lalu, aspek budaya. Agenda yang dilakukan, yakni pentas seni, budaya, perlombaan, dan lain-lain.
Kemudian, dari aspek lingkungan, festival juga mengagendakan pelbagai kegiatan yang bernuansa ekologis.
Dalam festival juga ada kerja sama lintas lembaga, lintas agama, dan organisasi dalam upaya membangun hidup kebersamaan sebagai sesama warga negara ini.
Ketika itu, Romo Marthin Chen juga menyentil soal prosesi arca Bunda Maria. Prosesi itu merupakan momen perjumpaan, tidak secara pribadi, melainkan bersama-sama.
“Maria itu itu bukan bunda seorang diri saja, melainkan Bunda Gereja dan Bunda kita bersama,” katanya.
Dalam prosesi arca Bunda Maria, semua bersatu dan bersama-sama menghormati Bunda Maria. Semua bersama-sama melakukannya dengan penuh sukacita.
Sebelumnya Ketua Panitia Rm. Marten Jenarut Pr, mengatakan, cukup banyak agenda kegiatan selama sepekan festival yang dipusatkan di kompleks gereja Katedral Ruteng.
“Ada prosesi arca Bunda Maria, ada pameran, kulier, pentas seni, dan budaya, perlombaan, konser, dan kegiatan lain yang bernuansa ekologis,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando










