Berkat campur tangan Tuhan dan doa Bunda Maria, Lily selalu sukses, termasuk sukses menyelesaikan kuliah di STIE Karya, dan meraih prestasi IPK Tertinggi.
“Dalam situasi seperti ini saya selalu termotivasi untuk rajin belajar, dan selalu memberikan yang terbaik di bidang akademik,” kata Lily.
Lily alumna SMAK Setia Bhakti Ruteng ini mengaku ia termotivasi untuk belajar karena berkat dukungan semua pihak terutama orang tua, para suster SSpS, Pemkab Manggarai, dan teman-teman seperjuangan.
“Saya harus bersyukur kepada dan terima kasih kepada Bunda Maria. Terima juga saya tujukan kepada, orang tua, para suster SSpS, para dosen STIE Karya, pemerintah daerah Manggarai, teman-teman dan yang paling utama yakni diri sendiri yang membuat saya kuat dalam situasi apa pun,” kata Lily.
Lily berpesan kepada para difabel lainnya agar jangan menyerah dalam situasi terbatas apa pun.
“Pesan saya jangan menyerah karena kami juga bisa seperti yang lainnya,” katanya.
Lily merupakan bungsu dari empat bersaudara pasangan Petrus Lapit (alm) dan Ibu Anastasia Jemima kelahiran Bung, Anam Kecamatan Ruteng 18 Mei 1996.
Ia alumna SMA Setia Bhakti Ruteng. Ia menyelesaikan skripsi berjudul Optimalisasi Laba UMKM: Implementasi Metode Activity Based Costing (ABC) dalam Menentukan Harga Jual yang Kompetitif (Studi Kasus pada UMKM Santo Damian Cancar). *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










