“Distribusi tahap pertama beberapa waktu lalu sesuai dengan masa tanggap darurat kita menyalurkan sembako. Tetapi sekarang, pemerintah menetapkan masa pemulihan darurat, kita menyalurkan langsung uang tunai,” jelasnya.
Bantuan untuk Mendukung Pembangunan Hunian
Selvianus mengatakan bantuan tunai tersebut diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pemulihan, termasuk membantu pembangunan hunian sementara atau memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
“Perhatian kita sekarang bukan sembako lagi, tapi langsung berikan uang tunai untuk menambah sedikit buat huntara. Mungkin satu dua sak semen atau seng. Meskipun bantuan ini kecil, tapi kami hadir,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan memiliki ruang untuk menjalankan program CSR sebagai bentuk kepedulian sosial dan lingkungan. Karena itu, Selvianus mengajak perusahaan lain yang memiliki aktivitas di Flores, khususnya Manggarai Raya, untuk ikut menunjukkan solidaritas kepada masyarakat terdampak gempa.
“Setiap perusahaan menyiapkan dana 2-5 persen untuk CSR. Saat ini dilakukan oleh PT SR12 dan PT PAF. Perusahaan lain pun memiliki ruang yang sama untuk CSR ini,” ungkapnya.
Menurut Selvianus, penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap ini. Program CSR tersebut direncanakan kembali menyasar penyintas gempa lainnya pada Oktober dan November 2026.
“Masih ada bantuan berikutnya nanti pada bulan Oktober dan November dengan menyasar penyintas gempa lainnya,” katanya.
Hingga kini ratusan jumlah penerima bantuan yang telah didistribusikan baik berupa barang sembako oleh PT PAF dan PT SR12 maupun uang tunai.
Penulis : Adrian Pantura (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










